- Hakim Santiago Pedraz menolak tuduhan pencucian uang dan penipuan terhadap Joan Laporta karena yurisdiksi terbatas pada kasus luar negeri.
- Tuduhan tersebut mencakup dugaan transaksi mencurigakan di Siprus dan Dubai yang dilaporkan oleh anggota klub Isidro Navarro.
- Meskipun ditolak, pengaduan ini dapat diajukan ulang ke pengadilan regional Barcelona mengenai lima kesepakatan manajemen.
Suara.com - Tuduhan pencucian uang dan penipuan terhadap Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, resmi ditolak hakim pekan ini.
Kasus itu mencuat di tengah panasnya pemilihan presiden klub yang bisa menjadi periode keempat Laporta jika kembali terpilih.
Sepekan sebelumnya, seorang anggota klub melayangkan laporan terhadap Laporta.
Laporan tersebut juga menyeret sejumlah anggota dewan dan direktur senior Barcelona.
Kandidat oposisi, Victor Font, membantah keterlibatan dirinya dalam pengajuan aduan tersebut.
Ia bahkan meminta agar namanya tidak dikaitkan dengan proses hukum itu.
Sementara itu, Laporta menyebut laporan tersebut sebagai sesuatu yang tidak transparan, mencurigakan, dan tindakan pengecut.
Ia menilai tudingan itu sarat kepentingan politik jelang pemilihan.
Menurut laporan El Periodico via Sport, Hakim Santiago Pedraz memutuskan menolak tuduhan tersebut.
Baca Juga: Terbukti Suap Hakim dan TPPU Kasus Ekspor CPO, Marcella Santoso Divonis 14 Tahun Penjara
Hakim menyatakan pengadilan yang menangani perkara itu hanya berwenang atas kasus pencucian uang yang sepenuhnya terjadi di luar negeri.
Tuduhan terhadap Laporta berkaitan dengan dugaan rangkaian bisnis di Siprus dan Dubai.
Namun sebagian aktivitas yang dipersoalkan disebut juga berlangsung di wilayah Catalonia.
Karena itu, hakim menyimpulkan perkara tersebut tidak masuk dalam yurisdiksi pengadilan yang menangani kasus lintas negara.
“Pengadilan ini hanya menangani kasus pencucian uang yang terjadi secara eksklusif di luar negeri,” demikian pernyataan dari hakim.
Meski demikian, peluang proses hukum belum sepenuhnya tertutup.
Berita Terkait
-
Terbukti Suap Hakim dan TPPU Kasus Ekspor CPO, Marcella Santoso Divonis 14 Tahun Penjara
-
Atletico Madrid Pede Redam Lamine Yamal meski Kehilangan Pemain Kunci Jelang Lawan Barcelona
-
Dipermalukan Getafe di Bernabeu, Real Madrid Gagal Pangkas Jarak dengan Barcelona
-
Kisah Pelarian Dramatis Eks Barcelona, Tempuh Jalur Darat 16 Jam untuk Keluar dari Iran
-
Defisit 4 Gol, Barcelona Dihadapkan Misi Sulit Kontra Atletico Madrid
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026
-
Rekor yang Tak Pecah 72 Tahun! Skor 7-5 Akankah Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Siapa Raja Assist dalam Sejarah Piala Dunia? Bukan Messi Apalagi Ronaldo
-
Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun
-
Popularitas Timnas Indonesia Menurun, John Herdman Diminta Benahi 'Kekacauan' Pasca Kluivert
-
10 Pemain Tertua yang Cetak Gol di Piala Dunia: Rekor Masih Punya Eks Bomber Liga Indonesia
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026
-
FIFA Kirim Surat Khusus untuk Persib Bandung, Apa Isinya?
-
Misi Mustahil Thomas Tuchel? Memetakan Jalur Terjal Inggris Menuju Takhta Piala Dunia 2026