Bola / Bola Dunia
Rabu, 04 Maret 2026 | 04:52 WIB
Logo Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)
Baca 10 detik
  • Krisis geopolitik melibatkan AS, Iran, dan beberapa negara Timur Tengah mengancam partisipasi Iran di Piala Dunia 2026.
  • Kekerasan di Meksiko pasca kematian bos kartel memicu kekhawatiran keamanan tuan rumah, meskipun FIFA menyatakan kepercayaan.
  • Boston, AS, terancam kehilangan laga karena sengketa pendanaan keamanan sebesar $7,8 juta untuk izin stadion.

Turis Amerika Serikat bahkan diminta berlindung di beberapa negara bagian Meksiko sebelum situasi berangsur kondusif.

“Tentu saja kami memantau situasi di Meksiko hari-hari ini, tetapi saya ingin menegaskan sejak awal bahwa kami memiliki kepercayaan penuh pada Meksiko, pada presidennya Claudia Sheinbaum, dan pada otoritas setempat,” ujar Presiden FIFA, Gianni Infantino.

“Kami yakin semuanya akan berjalan semulus mungkin,” tambah Infantino.

Masalah lain muncul di Boston, Amerika Serikat. Hingga kini, FIFA belum mengantongi izin hiburan untuk menggelar pertandingan di Foxboro, markas Gillette Stadium.

Dewan kota (menolak memberikan lisensi karena sengketa pendanaan keamanan.

Terdapat kekurangan dana sebesar 7,8 juta dolar AS atau setara Rp131,8 miliar yang belum jelas sumber penutupannya.

Select Board menegaskan beban tersebut tidak bisa ditanggung pemerintah lokal maupun pembayar pajak.

Sementara itu, Kraft Group selaku pemilik stadion dan panitia lokal belum memberikan solusi konkret.

Batas waktu ditetapkan hingga 17 Maret. Jika tak ada kesepakatan, pertandingan Piala Dunia 2026 terancam tidak digelar di Foxboro.

Baca Juga: Timur Tengah Memanas! FIFA Minta Irak Datang Lebih Awal ke Meksiko Demi Tiket Piala Dunia 2026

“Kami tidak siap mengeluarkan lisensi ini kecuali semuanya sudah beres. Banyak yang bilang tidak mungkin kami menolak, tapi saya tegaskan dewan ini tidak akan menerbitkan lisensi tanpa kepastian,” kata Wakil ketua Dewan Kota, Stephanie McGowan seperti dilansir dari 101greatgoals.

“Dananya harus ada. Kami kota kecil. Angka ini hampir 10 persen dari seluruh anggaran tahunan kami. Bagaimana mungkin kami mengeluarkan dana sebesar itu untuk FIFA yang datang 39 hari lalu pergi begitu saja?” ujarnya.

“Kami tidak bisa melakukan itu kepada pembayar pajak kami. Itu tidak bertanggung jawab,” tegas McGowan.

Kontributor: Adam Ali

Load More