- Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, kecewa timnya imbang 2-2 melawan Borneo FC di JIS, Selasa (3/3/2026).
- Mauricio menyoroti hilangnya fokus tim setelah mencetak gol sehingga lawan mampu menyamakan kedudukan.
- Hasil imbang ini membuat Persija tetap di peringkat kedua dengan 51 poin, tertinggal dari pemuncak klasemen.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya kembali gagal meraih kemenangan di kandang usai bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Selasa (3/3/2026).
Mauricio menyoroti hilangnya kontrol permainan setiap kali Persija berhasil mencetak gol. Menurutnya, kondisi itu membuat lawan mampu bangkit dan menyamakan kedudukan.
"Dan ya, jangan tanya sama saya, saya tidak tahu kenapa tapi tim kita pas cetak gol itu mulai tidak fokus. Setelah 1-1, kita dapat kontrol pertandingan lagi," kata Mauricio, dilansir dari Antara.
Persija membuka keunggulan lewat Gustavo Almeida pada menit ke-46. Namun setelah gol tersebut, permainan Macan Kemayoran dinilai menurun sehingga Borneo mampu menyamakan skor 1-1 melalui Juan Villa pada menit ke-62.
Setelah kedudukan kembali imbang, Persija tampil lebih agresif dan kembali unggul 2-1 pada menit ke-75 melalui tendangan keras Fabio Calonego yang menembus gawang Nadeo Argawinata.
Di sisa waktu normal, Persija sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk memastikan kemenangan. Akan tetapi, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat keunggulan tersebut tak bertahan.
Borneo akhirnya memanfaatkan celah di penghujung laga. Pada menit ke-90+4, Ikhsan Zikrak yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol lewat bola rebound dan memaksa skor menjadi 2-2.
Hasil ini membuat Persija gagal memanfaatkan situasi Persib Bandung yang sebelumnya juga kehilangan poin saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya.
Kini Persija tetap berada di peringkat kedua dengan 51 poin, tertinggal tiga angka dari Persib yang masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
Baca Juga: Rizky Ridho Ungkap Alasan Pertahanan Persija Jakarta Jarang Clean Sheet
Berita Terkait
-
Rizky Ridho Ungkap Alasan Pertahanan Persija Jakarta Jarang Clean Sheet
-
Ditahan Borneo FC, Rizky Ridho: Asa Untuk Juara Belum Tertutup
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Persaingan Juara BRI Super League, Pelatih Borneo FC Singgung Persib Bandung
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital