-
Serangan militer ke Iran mengancam keikutsertaan tim nasional mereka di ajang Piala Dunia 2026.
-
Mehdi Taji menyatakan bahwa sangat kecil kemungkinan Iran tetap bertanding karena situasi darurat perang.
-
Irak dan UEA menjadi kandidat terkuat pengganti Iran, sementara peluang Timnas Indonesia sudah tertutup.
Suara.com - Kekacauan geopolitik perang yang melanda kawasan Timur Tengah kini benar-benar membawa dampak sangat serius bagi dunia olahraga internasional.
Ketegangan mencapai puncaknya setelah serangan udara dahsyat menghantam wilayah kedaulatan Iran pada akhir Februari 2026 yang lalu.
Operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel tersebut menyisakan duka mendalam bagi seluruh rakyat di negeri para mullah.
Kehilangan sosok pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi pukulan telak yang meruntuhkan stabilitas emosional bangsa Iran saat ini.
Tragedi ini semakin memilukan karena banyaknya warga sipil dan anak-anak yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa berdarah tersebut.
Sebagai respons atas agresi tersebut, militer Iran segera melakukan pembalasan dengan meluncurkan serangan balasan ke arah Tel Aviv.
Sejumlah fasilitas strategis seperti bandara di Dubai serta instalasi militer Amerika Serikat tidak luput dari hujan rudal Iran.
Dampak dari peperangan ini tidak hanya menghentikan denyut nadi ekonomi, namun juga merambah hingga ke sektor sepak bola.
Tim nasional sepak bola Iran yang sangat dicintai kini menghadapi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian total.
Baca Juga: Prabowo Jadi Mediator? RI Mulai Jalin Komunikasi Rahasia dengan Iran dan Amerika Serikat
Partisipasi mereka dalam turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat, Piala Dunia 2026, saat ini sedang berada di ambang kegagalan.
Kondisi keamanan dalam negeri yang berstatus darurat perang membuat eksistensi skuad berjuluk Team Melli di kancah global diragukan.
Melalui saluran televisi nasional, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taji, menyampaikan keresahan mendalam mengenai nasib tim nasionalnya.
Ia mengakui bahwa fokus negara saat ini jauh melampaui urusan pertandingan bola di lapangan hijau yang sedang direncanakan.
"Mengingat peristiwa hari ini dan serangan oleh Amerika Serikat, kecil kemungkinan kita (Timnas Iran) dapat mengharapkan Piala Dunia, tetapi pada akhirnya, ini harus diputuskan oleh otoritas olahraga," ujar Mehdi Taji.
Kutipan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa mundurnya Iran dari perhelatan akbar tersebut bukan lagi sekadar rumor belaka.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
6 Bek Paling Subur Gol di Super League, Naturalisasi Timnas Indonesia Masuk Daftar
-
Diimbangi Borneo FC, Pelatih Persija Bingung Pemainnya Tidak Fokus ketika Unggul
-
Manchester United Mulai Krisis Pemain, Lisandro Martinez Masih Absen Lawan Newcastle United
-
Ditanya Kemungkinan Iran Main di Piala Dunia 2026 atau Tidak, Donald Trump: Saya Tidak Peduli
-
Pep Guardiola Spill Kondisi Terkini Erling Haaland Jelang Lawan Nottingham Forest
-
Mikel Arteta Waspadai Brighton, Ingin Arsenal Dominasi Permainan
-
Rizky Ridho Ungkap Alasan Pertahanan Persija Jakarta Jarang Clean Sheet
-
Pernah Bersama di Wolves, Nuno Espirito Santo Tak Sabar Hadapi Raul Jimenez
-
3 Panduan Jitu Cetak Gol dari Situasi Bola Mati Ala Arsenal: Inswinger Jadi Kunci
-
Ditahan Borneo FC, Rizky Ridho: Asa Untuk Juara Belum Tertutup