- Striker Persija, Mauro Zijlstra, mengalami cedera paha depan saat sesi latihan menembak dan terancam absen membela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
- Pelatih Persija Mauricio Souza mengonfirmasi cedera tersebut membuat Zijlstra absen lawan Borneo FC dan kondisinya masih dipantau jelang laga kontra Dewa United.
- John Herdman kemungkinan besar akan kembali mengandalkan Ole Romeny sebagai ujung tombak utama Skuad Garuda jika Zijlstra gagal pulih tepat waktu.
Suara.com - Persiapan Timnas Indonesia menuju panggung FIFA Series 2026 mendadak terganggu oleh kabar kurang menyenangkan dari sektor lini serang.
Pelatih John Herdman terancam kehilangan salah satu opsi penyerang potensialnya yang bernilai pasar sekitar Rp1,3 miliar itu jelang laga perdana.
Sosok yang dimaksud adalah Mauro Zijlstra, striker muda yang kini berseragam Persija Jakarta di kompetisi domestik.
Cedera yang menimpa pemain keturunan ini terjadi saat ia menjalani sesi latihan rutin bersama Macan Kemayoran pada Minggu (1/3/2026).
Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengungkapkan bahwa insiden tersebut bermula ketika sesi latihan tim sebenarnya sudah hampir berakhir.
"Mauro, sayangnya di hari Minggu kami latihan, waktu latihan sudah selesai, sudah mau selesai, dia ada shooting ke gawang," terang Mauricio Souza kepada awak media.
Akibat aktivitas menendang ke gawang tersebut, Zijlstra mengalami masalah pada otot paha bagian depan yang memaksanya menepi dari lapangan.
"Dia shooting, terus dia cedera di paha depan, dan dia tidak bisa tampil di pertandingan lawan Borneo," tambah juru taktik asal Brasil tersebut.
Dampak dari cedera ini langsung terasa di level klub, di mana Zijlstra harus absen saat Persija Jakarta ditahan imbang oleh Borneo FC.
Baca Juga: Beda Nasib! Emil Audero Dipuji Setinggi Langit, Maarten Paes Si Pembuat Masalah
Hingga kini, belum ada kepastian medis apakah sang pemain bisa kembali merumput saat Persija menghadapi Dewa United pada pekan depan.
Ketidakpastian ini menjadi sinyal bahaya bagi John Herdman yang tengah menyusun kerangka tim untuk menghadapi Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret nanti.
Jika proses pemulihan berjalan lambat, besar kemungkinan Mauro Zijlstra harus mengubur mimpinya untuk tampil di FIFA Series bulan ini.
Padahal, meski baru tampil dua kali sebagai pemain pengganti di Persija, Zijlstra digadang-gadang sebagai aset masa depan lini depan Garuda.
Kondisi darurat ini menuntut Herdman untuk segera menyiapkan rencana cadangan guna menambal lubang di sektor penyerangan.
Nama Ole Romeny diprediksi akan kembali menjadi tumpuan utama di lini depan Timnas Indonesia jika Zijlstra benar-benar dinyatakan tidak fit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital