- Dewa United FC akan menghadapi Manila Digger pada leg pertama perempat final AFC Challenge League di Rizal Memorial Stadium, Filipina (5/3/2026).
- Pelatih Jan Olde Riekerink yakin pengalaman di Afrika Selatan bantu pahami gaya bermain pemain Gambia Manila Digger.
- Kedua tim melaju ke perempat final dengan rekor impresif tanpa kekalahan sepanjang fase grup kompetisi tersebut.
Suara.com - Pelatih Dewa United FC asal Belanda, Jan Olde Riekerink, menunjukkan kepercayaan diri tinggi jelang duel melawan Manila Digger pada leg pertama perempat final AFC Challenge League 2025/2026.
Pertandingan tersebut akan berlangsung di Rizal Memorial Stadium, Manila, Filipina, Kamis (5/3/2026) pukul 19.30 WIB.
Laga ini menjadi langkah krusial bagi klub berjuluk Banten Warriors untuk membuka peluang lolos ke semifinal.
Skuad Dewa United FC bahkan sudah berada di Manila sejak dua hari sebelumnya guna memaksimalkan persiapan menghadapi laga tandang yang diprediksi berjalan ketat.
Baik Dewa United maupun Manila Digger FC datang dengan catatan impresif sepanjang fase grup. Kedua tim sama-sama belum tersentuh kekalahan.
Dewa United sebelumnya tergabung di Grup E bersama Phnom Penh Crown, Taiwan Steel, dan Shan United. Tim yang diperkuat Egy Maulana Vikri itu melaju sebagai juara grup setelah meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Sementara itu, Manila Digger juga mencatatkan dua kemenangan dan satu hasil seri di fase grup. Namun, klub asal Filipina tersebut hanya finis sebagai runner-up Grup D karena kalah selisih gol dari Svay Rieng FC.
Riekerink menilai pengalaman panjangnya saat melatih di Afrika Selatan bisa menjadi modal penting untuk membaca kekuatan lawan. Pelatih berusia 63 tahun itu sebelumnya sempat menangani Cape Town City FC.
Hal itu dinilai relevan karena Manila Digger diperkuat sejumlah pemain asal Gambia, negara di kawasan Afrika Barat. Menurutnya, karakter permainan para pemain Afrika bukanlah hal baru baginya.
Baca Juga: Alasan Ivar Jenner Tiba-tiba Absen dari Skuad Dewa United, Dibekap Cedera?
Ia merasa sudah memahami gaya bermain serta kelebihan dan kelemahan pemain dengan latar belakang sepak bola Afrika. Pengetahuan tersebut diyakini bisa membantu Dewa United menyusun strategi yang tepat untuk mencuri kemenangan di Manila.
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Riekerink mengungkapkan pandangannya.
"Saya bekerja dua tahun di Afrika Selatan, dan mereka (Manila Digger) akan banyak memainkan pemain dari Gambia, dan saya melihat gaya bermain yang sama," kata Jan Olde kepada awak media.
"Jadi, mereka bermain dengan identitas yang jelas, yang juga dipengaruhi oleh akar Afrika para pemain."
"Lagi pula, di Cape Town City, saya terbiasa bermain melawan tim-tim seperti ini, jadi saya juga tahu kekuatan dan kelemahan kualitas sepak bola Afrika."
"Kami sudah berada di sini dua hari dan akan bermain di lapangan sintetis dengan kondisi yang berbeda," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Tembus Rp3.400
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget