- Pasukan Garda Revolusi Iran menembaki kapal tanker di perairan dekat Oman pada Sabtu, 18 April 2026.
- Insiden terjadi saat ketegangan meningkat akibat kebijakan Iran memperketat kendali atas jalur pelayaran Selat Hormuz.
- Seluruh awak kapal dilaporkan selamat meskipun terjadi eskalasi konfrontasi maritim antara pihak Iran dan Amerika Serikat.
Suara.com - Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah pasukan Garda Revolusi Iran dilaporkan menembaki sebuah kapal tanker di perairan dekat Oman, Sabtu (18/4/2026) waktu setempat.
Insiden ini terjadi tak lama setelah Teheran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz.
Berdasarkan laporan United Kingdom Maritime Trade Organization (UKMTO), dua kapal cepat milik Garda Revolusi Iran mendekati tanker tersebut sekitar pukul 13.00 waktu setempat.
Tanpa provokasi, keduanya langsung melepaskan tembakan ke arah kapal.
“Nahkoda kapal melaporkan adanya tembakan yang dilepaskan tanpa peringatan,” demikian pernyataan otoritas maritim Inggris seperti dilansir dari NY Post.
Meski demikian, kapal dan seluruh awak dilaporkan dalam kondisi aman.
Insiden terjadi sekitar 20 mil laut di timur laut Oman, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Selat Hormuz sendiri merupakan chokepoint strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global.
Serangan ini menandai eskalasi serius di tengah kebingungan status Selat Hormuz.
Baca Juga: Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
Iran sebelumnya menyatakan telah membuka kembali jalur tersebut pada Jumat, namun di saat bersamaan juga mengancam akan menutupnya lagi sebagai respons terhadap blokade laut yang dipimpin Amerika Serikat.
Blokade tersebut diberlakukan awal pekan ini setelah perundingan diplomatik antara Washington dan Teheran menemui jalan buntu.
Kapal perang AS kini dilaporkan terus membayangi kapal-kapal tanker di kawasan tersebut.
Situasi ini menempatkan kedua negara di jalur konfrontasi langsung.
Iran bahkan menegaskan hanya kapal yang mendapat izin mereka yang boleh melintas dengan aman di selat tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, kawasan Selat Hormuz memang dilanda peningkatan kekerasan maritim.
Berita Terkait
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar
-
Kami Lapar! Suara Marinir AS di Tengah Perang Iran: Makanan Minim, Moral Prajurit Anjlok
-
Lebih Enak MBG? Penampakan Makanan Tak Layak Prajurit AS Saat Perang Lawan Iran
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus