- Bojan Hodak, pelatih Persib, mewaspadai serangan agresif Persik Kediri sebelum laga Liga 1 di GBLA pada 9 Maret 2026.
- Hodak memprediksi laga kandang ini sulit, merujuk hasil imbang 1-1 Persib melawan Persik di putaran pertama.
- Kondisi fisik tim Persib membaik, membuat Hodak menghadapi tantangan dalam memilih susunan sebelas pemain utama.
Suara.com - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mewaspadai agresivitas lini serang Persik Kediri jelang pertemuan kedua tim pada pekan ke-25 BRI Super League musim 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (9/3/2026) malam.
Hodak menilai Persik merupakan tim yang cukup produktif dalam mencetak gol sehingga anak asuhnya harus bermain dengan kewaspadaan tinggi.
“Kediri adalah tim penyerang yang berbahaya dan mencetak banyak gol, meskipun terkadang mereka juga kebobolan. Kita harus berhati-hati,” kata Hodak.
Pelatih asal Kroasia tersebut juga memprediksi pertandingan melawan Persik tidak akan berjalan mudah meskipun Persib bermain di kandang sendiri. Menurutnya, setiap tim yang datang bertanding di Bandung selalu memiliki motivasi tinggi untuk meraih hasil positif.
Ia berkaca pada pertemuan putaran pertama ketika Persib hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persik di Stadion Brawijaya.
“Saya pikir setiap lawan yang datang ke GBLA akan memberikan 100 persen kemampuannya. Pertandingan terakhir kami melawan mereka juga berakhir imbang 1-1,” ujarnya.
Terkait kondisi tim, Hodak menyebut hampir seluruh pemain Persib saat ini berada dalam kondisi baik setelah menjalani proses pemulihan.
Ia mengatakan ketersediaan banyak pemain inti justru membuatnya harus mempertimbangkan lebih matang dalam menentukan susunan pemain utama.
“Kabar baiknya semua pemain sedang dalam masa pemulihan dan siap untuk besok. Saat ini saya bahkan merasa sulit menentukan susunan pemain karena dari 11 pemain inti, mungkin saya harus mencoret dua orang,” kata Hodak.
Baca Juga: Persib Makin Komplet Jelang Lawan Persik, Bojan Hodak Optimistis Raih Kemenangan
(Antara)
Berita Terkait
-
Persib Makin Komplet Jelang Lawan Persik, Bojan Hodak Optimistis Raih Kemenangan
-
Persib vs Persik: Psywar Dua Striker Timnas Indonesia Jelang Bentrok di GBLA
-
Rasisme Muncul Terus di Liga Indonesia, Arya Sinulingga: Ironis
-
BRI Super League: Motivasi Persik Berlipat Hadapi Persib Meski dengan Persiapan Singkat
-
Siap Hadapi Persik, Federico Barba Ingin Lanjutkan Tren Positif Persib di GBLA
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun