- Manajemen Persija Jakarta, melalui Bambang Pamungkas, fokus mengatasi seringnya Allano Lima menerima kartu kuning karena merugikan tim.
- Bepe mengakui kualitas Allano, namun meminta pemain tersebut lebih tenang meskipun gaya emosionalnya khas pemain Brasil.
- Persija mencari solusi intensif agar Allano lebih berhati-hati demi menjaga peluang juara Super League 2025/2026.
Suara.com - Manajemen Persija Jakarta mulai memberi perhatian khusus terhadap kebiasaan gelandang serang mereka, Allano Lima, yang cukup sering menerima kartu kuning di lapangan. Manajemen Persija mengakui ini cukup merugikan bagi tim.
Legenda Persija yang kini berada di jajaran manajemen, Bambang Pamungkas atau yang akrab disapa Bepe, mengakui bahwa kualitas Allano sebenarnya tidak perlu diragukan.
Namun, ia juga menilai karakter sang pemain memang cukup unik sehingga butuh perhatian dari para petinggi Persija.
"Kita tahu Allano Lima pemain yang sangat berkualitas. Tapi secara kepribadian dia memang agak unik," kata Bepe saat acara Ngopi Bareng Persija di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Menurut Bepe, karakter pemain bintang seringkali memang diiringi dengan sisi kontroversial yang membuat mereka menjadi sorotan.
"Setiap pemain bintang biasanya punya kontroversinya masing-masing,” jelasnya.
Pemain asal Brasil tersebut dikenal bermain penuh emosi dan ekspresi. Gaya tersebut dinilai tidak jauh berbeda dengan karakter banyak pesepak bola Brasil yang menikmati permainan dengan penuh gairah.
"Orang-orang Brasil itu sangat menikmati sepak bola. Mereka bermain dengan ekspresi, dengan emosi. Allano Lima juga seperti itu,” ujarnya.
Meski memahami karakter tersebut, manajemen Persija tetap berupaya mengingatkan Allano agar lebih tenang ketika bertanding.
Baca Juga: Persija Jakarta Dijuluki APBD FC, Mohamad Prapanca Beberkan Fakta Mengejutkan
Bepe mengungkapkan bahwa ia sudah beberapa kali berbicara langsung dengan pemain bernomor punggung 17 itu.
Bahkan setelah pertandingan terakhir, ia kembali memberikan peringatan agar sang pemain lebih berhati-hati.
"Kami sudah berkali-kali bilang dia harus lebih calm down. Setelah pertandingan kemarin saya juga bilang, ‘Allano, hati-hati.’ Dia jawab ‘yes, yes, yes’."
"Tapi karena dia sangat ekspresif, kadang-kadang itu lepas,” tutur Bepe.
Walaupun demikian, manajemen Macan Kemayoran tidak ingin terlalu mengekang gaya bermain Allano. Menurut Bepe, terlalu banyak aturan justru bisa membuat pemain kehilangan fokus dan kebebasan di lapangan.
"Kalau pemain terlalu banyak aturan di kepalanya, dia jadi tidak fokus bermain. Itu juga tidak bagus buat tim,” katanya.
Meski masih memberikan ruang bagi karakter pemain, Bepe menegaskan bahwa persoalan kartu kuning tetap menjadi perhatian serius. Jika terus berulang, situasi tersebut berpotensi merugikan tim.
Apalagi Persija masih berambisi mengejar gelar juara di Super League 2025/2026. Dengan 10 pertandingan tersisa, setiap detail kecil bisa berpengaruh terhadap peluang tim di papan atas klasemen.
"Sekali lagi saya setuju harus ada solusi. Karena ini cukup merugikan tim dan kita sudah berkali-kali menyampaikan itu. Sekarang tinggal bagaimana kita lebih intens lagi ngobrol dengan Allano untuk mencari formula terbaik,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Antusiasme Anak Muda Malang Tinggi, PDIP Jatim Siapkan RedTalks sebagai Ruang Aspirasi
-
Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum
-
Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu
-
3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi