Bola / Bola Indonesia
Selasa, 10 Maret 2026 | 21:05 WIB
Persija Jakarta (IG Persija Jakarta)
Baca 10 detik
  • Bos Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, merasa risih dengan sebutan APBD FC bagi timnya di media sosial.
  • Dukungan sponsor Persija datang dari BUMD Jakarta seperti TransJakarta, PAM Jaya, Bank Jakarta, dan MRT Jakarta.
  • Kolaborasi ini bertujuan mendukung visi Gubernur Jakarta memperkenalkan Persija sekaligus mempromosikan layanan BUMD terkait.

Suara.com - Bos Persija Jakarta Mohamad Prapanca buka suara usai timnya ramai di sosial media disebut APBD FC. Ia mengaku risih sehingga buka suara.

Persija di Super League 2025/2026 musim ini memang disokong sejumlah perusahaan Badan usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta. Oleh sebab itu tak sedikit yang menganggap Macan Kemayoran disokong dari APBD.

Sejumlah perusahaan BUMD yang sponsori Persija adalah TransJakarta, PAM Jaya, Bank Jakarta, dan MRT Jakarta. Menurut Prapanca, hadirnya mereka bukan cuma-cuma saja.

"Agak risih juga ya dengarnya dan saya nggak tahu itu buzzer atau memang itu suporter Persija, atau provokator gitu ya," kata Prapanca di Kantor Persija, Kuningan, Jakarta, Selasa (10/3/2025).

"Tapi ya balik lagi, karena kelemahan kita di filterisasi digital, jadi semua orang wes seenak udelnya dewe omong gitu di sosial media. Anyway, saya bisa jelaskan terkait dengan apa yang kolaborasi dengan pihak Pak Gubernur, dalam hal ini," jelasnya.

Pesepak bola Persija Jakarta Maxwell Souza (tengah) berebut bola diadang pesepak bola Borneo FC Rivaldo Pakpahan (kanan) pada lanjutan Liga 1 di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nz

Prapanca menjelaskan ini merupakan bagian dari kolaborasi sebagai bagian dari tujuan Gubernur Jakarta Pramono Anung sejak pertama kali dilantik. Disebut Prapanca, ia ingin menjadikan Jakarta lebih Persija.

"Setelah itu saya dipanggil gitu, saya dipanggil oleh Pak Gubernur. Apa yang bisa dikolaborasikan? Karena kita waktu pas sudah dilantik, bukan serta merta kita tau-tau dapat sponsor," jelasnya.

"Nah, sampai akhirnya mungkin rapat internal di Balai Kota ditentukanlah sekian perusahaan. Bank Jakarta, PAM Jaya, MRT, TransJakarta," ia menjelaskan.

Dikatakan Prapanca, nama-nama yang sokong Persija bukan asal pilih saja. Seperti contohnya PAM Jaya, perusahaan air minum yang belum banyak diketahui masyarakat.

Baca Juga: Tertinggal 6 Poin dari Persib, Orang Dalam Ungkap Jurus Jitu Persija Juara Musim Ini

"Itu terkait PAM. Saya harus jelasin detail ini, biar nanti para stakeholder termasuk apa namanya, dewan pengawas dari masing-masing BUMD ini juga bisa melihat ini. Gitu. Itu kan ada BPKP, ada BPK, ada Irjen dan lain-lain," terangnya.

"Nah kedua, Bank Jakarta. Jadi Pak Gubernur mengubah rebrand Bank DKI. Ada yang tahu nggak saat itu tiba-tiba ada Bank Jakarta. Bank DKI ke mana? Di dalam anggarannya itu ada anggaran promosi, rebranding gitu."

"Berpikiranlah kita punya salah satu pilar Jakarta yang namanya Persija yang cukup dikenal se-antero Jakarta dan nasional. Gitu. Cukup kasih Persija apa namanya anggaran tertentu, naik sendiri. Menang Bank Jakarta, kalah Bank Jakarta, seri Bank Jakarta. Main di kota Solo, main di Bandung, main di mana, Bank Jakarta. Gitu."

Begitu juga dengan sponsor lain seperti TransJakarta dan MRT Jakarta. Tujuannya adalah semakin mengenalkan transportasi umum melalui Macan Kemayoran.

"Di media sosialnya Persija, itu dibuatlah program promosi. Gitu, konten-konten terkait MRT dan lain-lain. Diambil spot-spot terbaik untuk mungkin menjadi instagramable spot-spot tertentu, atas aset-asetnya MRT," jelasnya.

"Begitu juga TransJakarta. TransJakarta itu adalah bentuk untuk promosi. Bentuk promosi, apa namanya, untuk menyampaikan programnya dan untuk menyampaikan progress-nya," pungkasnya.

Load More