- Kabar cedera parah striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, yang beredar di sosial media dipastikan tidak benar.
- Absennya Romeny dalam dua laga terakhir Oxford United memicu rumor serius tentang kondisi kesehatannya baru-baru ini.
- Romeny menyatakan rumor tersebut adalah HOAX dan siap membela Indonesia pada ajang FIFA Series Maret 2026 mendatang.
Suara.com - Kabar cedera parah yang menimpa striker Timnas Indonesia Ole Romeny ternayta hanya hoax.
Ole Romeny saat ini sehat bugar dan siap membela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
Rumor Ole Romeny patah kaki pertama beredar luas di sosial media.
Kekhawatiran muncul setelah nama Romeny kembali tidak masuk daftar pemain saat Oxford United menang 1-0 atas Blackburn Rovers di Kassam Stadium, Kamis (12/3/2026).
Ini menjadi absensi kedua beruntun setelah sebelumnya sang striker juga tidak tampil saat menghadapi Preston North End.
Informasi dari kanal YouTube Hanif Thamrin menyebut cedera yang dialami cukup serius.
“Ole Romeny dikabarkan mengalami patah kaki dan kemungkinan besar tidak bisa tampil di FIFA Series akhir Maret,” ungkap laporan tersebut.
Ole Romeny lewat unggahan di akun Instagram membantah rumor tersebut. Striker Oxford United itu menuliskan HOAX pada unggahan di sosial media.
Pihak PSSI lewat Exco yang juga Ketua Badan Tim Nasional Sumardji juga membantah kabar tersebut dan menegaskan Ole Romeny dalam keadaan sehat dan siap membela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
Baca Juga: PSSI Akui Sedang Naturalisasi Pemain Keturunan, Siapa Dia?
Riwayat Cedera Ole Romeny
Sejak bergabung dengan Oxford United pada Januari 2025, pemain kelahiran Nijmegen itu tampil cukup stabil.
Romeny juga sudah mencatatkan beberapa penampilan bersama Timnas Indonesia dan menjadi opsi utama di lini serang.
Namun riwayat cedera Romeny terbilang cukup panjang sepanjang kariernya di Eropa.
Data Transfermarkt menunjukkan ia beberapa kali mengalami masalah pada kaki dan engkel, termasuk retak tulang saat masih bermain di Belanda.
Saat masih bermain di FC Utrecht, ia sempat absen lebih dari dua bulan karena cedera ibu jari kaki pada musim 2023/2024.
Berita Terkait
-
PSSI Akui Sedang Naturalisasi Pemain Keturunan, Siapa Dia?
-
Persiapan FIFA Series 2026, Jay Idzes dan Kawan-kawan Kumpul Habis Lebaran
-
Jersey Baru Timnas Indonesia Bikin John Herdman Iri pada Para Pemain
-
Alami Patah Kaki, Riwayat Cedera Ole Romeny Bikin Timnas Indonesia Was-was
-
Detail Tersembunyi di Jersey Baru Timnas Indonesia, Erick Thohir Ungkap Fakta Menarik!
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Marc Kok: Persib Takkan Mudah Bungkam Borneo FC di Samarinda
-
PSSI Akui Sedang Naturalisasi Pemain Keturunan, Siapa Dia?
-
Detail Tersembunyi di Jersey Baru Timnas Indonesia, Erick Thohir Ungkap Fakta Menarik!
-
Persiapan FIFA Series 2026, Jay Idzes dan Kawan-kawan Kumpul Habis Lebaran
-
Jersey Baru Timnas Indonesia Bikin John Herdman Iri pada Para Pemain
-
Alami Patah Kaki, Riwayat Cedera Ole Romeny Bikin Timnas Indonesia Was-was
-
John Herdman Soal Jersey Baru Timnas Indonesia: Saya Tak akan Memakainya
-
Terungkap, Alasan Ganda Thom Haye Absen di Laga Krusial Persib vs Borneo FC
-
Dewa United Tersingkir Dramatis dari AFC Challenge League, Jan Olde Riekerink Kecewa
-
Ancaman Trump ke Iran di Piala Dunia 2026 Disorot, Jurnalis Uruguay Ungkit Kasus Indonesia