Bola / Bola Dunia
Senin, 16 Maret 2026 | 13:55 WIB
Thuram Murka! Hinaan ke Vinicius Jr Dianggap Serangan ke Dirinya Juga [Instagram @k_thuram]
Baca 10 detik
  • Gelandang Juventus, Khephren Thuram, menyatakan merasa ikut diserang atas pelecehan rasial yang dialami Vinicius Jr.
  • Thuram menyoroti insiden tersebut sebagai bukti bahwa rasisme masih merupakan masalah serius dalam sepak bola modern.
  • Ia menolak korban pelecehan meninggalkan lapangan, menegaskan pelaku diskriminasi yang seharusnya mendapat sanksi tegas.

Suara.com - Gelandang Juventus Khephren Thuram mengaku merasa ikut diserang ketika bintang Real Madrid Vinicius Jr diduga menjadi korban pelecehan rasial dalam laga Liga Champions melawan Benfica.

Thuram menilai insiden tersebut menunjukkan rasisme masih menjadi masalah serius di sepak bola modern.

Dalam wawancara dengan Canal+, Thuram mengatakan hinaan rasial terhadap Vinicius terasa sangat pribadi baginya sebagai pemain kulit hitam.

Thuram menegaskan bahwa kejadian seperti itu bisa saja menimpa dirinya di lapangan.

Vinicius Junior menggunakan jersey away Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. [Dok. IG/Brasil]

“Sulit sebagai pemain kulit hitam. Di tahun 2026, kita masih bisa diserang hanya karena warna kulit. Ketika Vinicius diserang, rasanya seperti saya yang diserang. Itu bisa saja terjadi pada saya,” kata Thuram.

Insiden tersebut terjadi saat pertandingan Liga Champions pada Februari, ketika pemain Real Madrid menuding gelandang muda Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan komentar rasis kepada Vinicius. Namun Prestianni membantah tuduhan tersebut.

Vinicius Jr memang beberapa kali menjadi target pelecehan rasial dalam beberapa musim terakhir, baik di Spanyol maupun kompetisi Eropa.

Kasus-kasus tersebut kembali memicu perdebatan soal lemahnya hukuman terhadap pelaku diskriminasi di stadion.

Thuram menilai pemain tidak seharusnya menjadi pihak yang dirugikan akibat tindakan suporter atau pemain lain.

Baca Juga: 6 Fakta Menarik Jelang Duel Panas Real Madrid vs Manchester City Dinihari Nanti

Ia menolak anggapan bahwa korban harus meninggalkan lapangan saat terjadi pelecehan.

“Mengapa saya yang harus keluar? Seharusnya pelaku yang keluar dari stadion. Harus ada tindakan yang lebih tegas terhadap perilaku seperti itu,” ujarnya.

Thuram merupakan putra legenda Prancis Lilian Thuram, mantan bek Juventus dan juara Piala Dunia 1998 yang dikenal aktif dalam kampanye anti-rasisme.

Musim ini, Khephren Thuram telah mencatat tiga gol dan empat assist dalam 37 pertandingan bersama Juventus di semua kompetisi.

Kontributor: Adam Ali

Load More