- Gelandang Juventus, Khephren Thuram, menyatakan merasa ikut diserang atas pelecehan rasial yang dialami Vinicius Jr.
- Thuram menyoroti insiden tersebut sebagai bukti bahwa rasisme masih merupakan masalah serius dalam sepak bola modern.
- Ia menolak korban pelecehan meninggalkan lapangan, menegaskan pelaku diskriminasi yang seharusnya mendapat sanksi tegas.
Suara.com - Gelandang Juventus Khephren Thuram mengaku merasa ikut diserang ketika bintang Real Madrid Vinicius Jr diduga menjadi korban pelecehan rasial dalam laga Liga Champions melawan Benfica.
Thuram menilai insiden tersebut menunjukkan rasisme masih menjadi masalah serius di sepak bola modern.
Dalam wawancara dengan Canal+, Thuram mengatakan hinaan rasial terhadap Vinicius terasa sangat pribadi baginya sebagai pemain kulit hitam.
Thuram menegaskan bahwa kejadian seperti itu bisa saja menimpa dirinya di lapangan.
“Sulit sebagai pemain kulit hitam. Di tahun 2026, kita masih bisa diserang hanya karena warna kulit. Ketika Vinicius diserang, rasanya seperti saya yang diserang. Itu bisa saja terjadi pada saya,” kata Thuram.
Insiden tersebut terjadi saat pertandingan Liga Champions pada Februari, ketika pemain Real Madrid menuding gelandang muda Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan komentar rasis kepada Vinicius. Namun Prestianni membantah tuduhan tersebut.
Vinicius Jr memang beberapa kali menjadi target pelecehan rasial dalam beberapa musim terakhir, baik di Spanyol maupun kompetisi Eropa.
Kasus-kasus tersebut kembali memicu perdebatan soal lemahnya hukuman terhadap pelaku diskriminasi di stadion.
Thuram menilai pemain tidak seharusnya menjadi pihak yang dirugikan akibat tindakan suporter atau pemain lain.
Baca Juga: 6 Fakta Menarik Jelang Duel Panas Real Madrid vs Manchester City Dinihari Nanti
Ia menolak anggapan bahwa korban harus meninggalkan lapangan saat terjadi pelecehan.
“Mengapa saya yang harus keluar? Seharusnya pelaku yang keluar dari stadion. Harus ada tindakan yang lebih tegas terhadap perilaku seperti itu,” ujarnya.
Thuram merupakan putra legenda Prancis Lilian Thuram, mantan bek Juventus dan juara Piala Dunia 1998 yang dikenal aktif dalam kampanye anti-rasisme.
Musim ini, Khephren Thuram telah mencatat tiga gol dan empat assist dalam 37 pertandingan bersama Juventus di semua kompetisi.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Real Madrid Pincang, Alvaro Arbeloa Pastikan Kylian Mbappe Masih Absen Lawan Elche
-
Dibantai 3-0, Pep Guardiola Peringatkan Real Madrid
-
Ekspresi Shock Pep Guardiola Lihat Gawang Donnarumma Dibobol Tiga Kali oleh Valverde
-
Hattrick Lawan Manchester City, Federico Valverde Sebut sebagai Pertandingan Terbaik
-
Federico Valverde Momok Menakutkan Manchester City, Gianluigi Donnarumma Ciut Nyali
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026