- Wasit VAR asal Australia, Shaun Evans, diduga melakukan gestur tangan kontroversial saat bertugas di Dallas, Amerika Serikat.
- Jaringan antirasisme Fare mendesak FIFA mencopot Shaun Evans dari Piala Dunia 2026 karena simbol tersebut terkait supremasi.
- FIFA hingga kini belum memberikan keterangan resmi menanggapi tuntutan organisasi Fare terkait dugaan aksi rasisme tersebut.
Suara.com - Polemik baru mengguncang Piala Dunia 2026 setelah seorang wasit VAR menjadi sorotan akibat gestur tangan yang menuai kontroversi.
Jaringan antirasisme Fare mendesak FIFA untuk mencopot wasit asal Australia, Shaun Evans, dari turnamen.
Insiden tersebut terjadi jelang laga antara Jerman melawan Curaçao di Houston.
Dalam siaran resmi, kamera menyorot ruang operasi VAR di Dallas dan menampilkan Evans yang terlihat membuat gestur tangan menyerupai tanda “OK”.
Gestur itu menjadi sorotan karena dilakukan di bawah pinggang dan dinilai memiliki kemiripan dengan simbol yang dalam beberapa tahun terakhir dikaitkan dengan kelompok supremasi kulit putih.
Hal inilah yang memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Fare, organisasi yang bekerja sama dengan FIFA dan UEFA dalam memantau isu diskriminasi di sepak bola, langsung mengeluarkan pernyataan resmi.
Mereka menilai tindakan tersebut tidak bisa dianggap sepele.
“Menurut para ahli kami, gestur tersebut jelas menyerupai simbol ‘OK’ terbalik yang digunakan sebagai lambang supremasi kulit putih di lingkaran ekstrem kanan global,” tulis Fare dalam pernyataannya.
Baca Juga: Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
Organisasi itu juga mendesak tindakan tegas dari FIFA.
“Jelas, wasit ini tidak seharusnya lagi menjalankan peran apa pun di Piala Dunia ini,” tegas mereka.
Hingga kini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut.
Berita Terkait
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026
-
Patut Ditiru! Cara Hajime Moriyasu Motivasi Pemain Jepang Usai Imbang Lawan Belanda