- Bulgaria menghadapi krisis pemain serius menjelang FIFA Series 2026 karena penolakan klub melepas pemain kunci.
- Dua klub raksasa Bulgaria, Levski Sofia dan Ludogorets, menolak melepas enam pemain pilar karena faktor kelelahan dan jadwal liga.
- Situasi sulit Bulgaria ini menguntungkan Timnas Indonesia yang berpotensi menghadapi lawan tidak maksimal di partai final turnamen.
Suara.com - Angin segar berhembus untuk Timnas Indonesia dan pelatih John Herdman menjelang perhelatan FIFA Series 2026.
Salah satu calon lawan terkuat di turnamen ini, Bulgaria dilaporkan mengalami krisis pemain serius yang bisa menguntungkan skuad Garuda.
Timnas Indonesia dan Bulgaria digadang-gadang sebagai dua tim unggulan yang akan bertemu di partai final.
Namun, jelang lawatan ke Jakarta, pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov dilaporkan pusing tujuh keliling.
Dua klub raksasa di liga domestik, Levski Sofia dan Ludogorets secara kompak menolak melepas para pemain bintang mereka.
Menurut laporan media Bulgaria, Sportal.bg situasi ini membuat sang pelatih berada dalam posisi sulit untuk menyusun skuad terbaiknya.
“Pelatih tim nasional Bulgaria, Alexander Dimitrov mengalami kesulitan dalam menyusun skuad untuk tur eksotis mendatang ke Indonesia, di mana kami akan berpartisipasi dalam turnamen bersama tuan rumah, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts dan Nevis,” tulis Sportal.
“Sportal.bg mengetahui bahwa tim-tim unggulan Levski dan Ludogorets tidak ingin melepas pemain inti mereka karena beberapa alasan,” tambahnya.
Penyebab penolakan ini pun cukup masuk akal. Pihak klub khawatir dengan faktor kelelahan akibat perjalanan jauh lebih dari 15 jam sekali jalan, ditambah tingginya kelembapan udara di Jakarta.
Baca Juga: Luke Vickery, Pemain Keturunan Calon Kuat Striker Anyar Timnas Indonesia
Selain itu, jadwal pertandingan liga yang krusial sudah menanti mereka hanya beberapa hari setelah turnamen di Indonesia berakhir.
“Kendala utamanya adalah perjalanan yang panjang, yang akan memakan waktu lebih dari 15 jam sekali jalan. Selain itu, kelembapan udara yang tinggi akan membutuhkan beberapa hari aklimatisasi setelah kembali ke Bulgaria,” beber laporan tersebut.
“Selain itu, tur akan berlangsung dari tanggal 23 hingga 31 Maret, dan beberapa hari kemudian kedua tim akan menghadapi pertandingan berat di kejuaraan. The Blues akan mengunjungi Dobrudzha dan Ludogorets akan menjamu CSKA 1948,” lanjutnya.
Lebih jauh, laporan tersebut secara spesifik menyebut ada enam pemain pilar timnas yang dipastikan tidak akan terbang ke Jakarta.
“Ada enam pemain di kedua tim yang bisa dikatakan sebagai tokoh kunci yaitu Ivaylo Chochev, Anton Nedyalkov, Svetoslav Vutsov, Kristiyan Dimitrov, Radoslav Kirilov, dan Georgi Kostadinov,” tulisnya.
Sebagai gantinya, Levski dan Ludogorets dilaporkan hanya bersedia melepas beberapa pemain cadangan mereka jika dibutuhkan oleh sang pelatih. Sementara klub lain seperti CSKA 1948 lebih kooperatif.
Situasi pincang yang dialami Bulgaria ini jelas menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi Timnas Indonesia, yang berpotensi menghadapi lawan dengan kekuatan yang tidak maksimal jika keduanya bertemu di partai puncak.
Berita Terkait
-
Tatap FIFA Series di Indonesia, Bulgaria Rilis Jadwal Padat dan Terbang dengan Pesawat Carter
-
Ivan Kolev Sentil Tren Naturalisasi di Timnas Indonesia: Era Saya Pemain Lokal Diutamakan
-
Atmosfer Suporter Garuda Bikin Luke Vickery Merinding, Siap Bela Timnas Indonesia
-
Luke Vickery Blak-blakan! Tinggal Tunggu Here We Go Bela Timnas Indonesia
-
Bomber Timnas Bulgaria Sudah Gatal Ingin Injak Rumput Stadion GBK
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis