- Mantan pelatih Timnas Indonesia Ivan Kolev mengkritik masifnya naturalisasi pemain asing tanpa darah keturunan dalam sepak bola Indonesia saat ini.
- Kolev menyoroti bahwa dominasi pemain naturalisasi di klub dan tim nasional belum memberikan hasil sesuai harapan publik.
- Ia juga mengkritik minimnya kepercayaan terhadap pelatih lokal, karena dianggap otoritasnya tidak sebesar pelatih asing.
Suara.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Ivan Kolev memberikan pandangan tajamnya mengenai kondisi sepak bola tanah air saat ini.
Dalam sebuah wawancara dengan media Bulgaria jelang partisipasi negaranya di ajang FIFA Series 2026, Kolev tak segan mengkritik dua fenomena yang menurutnya menjadi sorotan yaitu masifnya naturalisasi pemain asing dan minimnya kepercayaan pada pelatih lokal.
Wawancara ini dilakukan oleh Darik Radio dan Dsport mengingat Bulgaria akan segera berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 27-30 Maret 2026, bersama Timnas Indonesia, Kepulauan Solomon, dan St Kitts and Nevis.
Ivan Kolev menyoroti perbedaan drastis antara eranya menangani Timnas Indonesia dalam dua periode dengan kondisi sekarang, terutama soal kebijakan pemain.
Ia secara spesifik menentang naturalisasi pemain asing yang tidak memiliki darah keturunan.
"Perbandingan dengan masa ketika saya masih di sana sulit. Pada masa saya, atas desakan saya, ketika saya berada di tim nasional, saya sangat mengutamakan pemain lokal dan menentang naturalisasi terlalu banyak pemain asing," ujar Kolev.
Ia melihat tren tersebut kini sudah menjamur baik di level klub maupun tim nasional, namun ia meragukan efektivitasnya dalam mendongkrak prestasi.
"Sekarang saya melihat ada 5-6 pemain asing di klub. Tim nasional juga dipenuhi pemain asing," jelas Kolev.
"Di sana mereka menganggap itu bermanfaat bagi mereka. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia," kata arsitek berusia 68 tahun tersebut.
Baca Juga: Jelang FIFA Series 2026, Stadion GBK Disidak Persiapannya
Tak hanya soal pemain, Kolev juga mengkritik kebiasaan sepak bola Indonesia yang dinilainya lebih memercayai juru taktik asing ketimbang memberi kesempatan pada pelatih lokal untuk berkembang.
"Mereka mencari pelatih yang memiliki otoritas lebih besar," tutur Kolev.
"Mungkin pelatih lokal dianggap tidak cukup berwibawa, yang tentu saja merupakan kesalahan, tetapi itulah penilaian mereka," ucapnya lagi.
Kritik Kolev memiliki bobot tersendiri mengingat rekam jejaknya yang sangat panjang di Indonesia.
Selain dua kali menukangi skuad Garuda, ia pernah memimpin Persija Jakarta, Mitra Kukar, Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, hingga PS TNI.
Berita Terkait
-
Atmosfer Suporter Garuda Bikin Luke Vickery Merinding, Siap Bela Timnas Indonesia
-
Luke Vickery Blak-blakan! Tinggal Tunggu Here We Go Bela Timnas Indonesia
-
Bomber Timnas Bulgaria Sudah Gatal Ingin Injak Rumput Stadion GBK
-
Luke Vickery, Pemain Keturunan Calon Kuat Striker Anyar Timnas Indonesia
-
Fakta Jelang FIFA Series 2026, Stadion GBK Muat Diisi Seluruh Warga Saint Kitts and Nevis
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Hasil BRI Super League: Persija Jakarta Bawa Pulang 3 Poin dari Jepara
-
Duel 'El Clasico' Indonesia Kembali ke Senayan: PSSI Restui Laga Persija vs Persib di GBK
-
Kasus Paspoorgate Dean James: Pengadilan Belanda Tolak Tuntutan NAC Breda
-
Tepis Rumor Hengkang, Pep Guardiola Tegaskan Man City Kejar Treble Domestik
-
Jadwal 'Brutal' Tak Halangi Dewa United, Jan Olde Riekerink Puji Mental Banten Warriors
-
Jadwal Hidup Mati Championship, Garudayaksa FC vs PSS Sleman di Final, Persipura Tantang Adhyaksa FC
-
Inter Milan Juara! Cristian Chivu Dedikasikan Gelar Scudetto untuk Para Pendahulu
-
Hasil Super League: Hajar PSIM 1-0, Persib Bandung Perlebar Jarak dengan Borneo FC
-
Babak Baru Dugaan Rasisme Marc Klok, Laporan Wasit Malaysia Justru Ungkap Fakta Ini
-
Link Live Streaming Persijap Jepara vs Persija: Asa Macan Kemayoran Jaga Peluang Juara