Bola / Bola Indonesia
Kamis, 26 Maret 2026 | 09:58 WIB
Sesi latihan Timnas Indonesia bersama John Herdman. (Dok. PSSI)
Baca 10 detik
  • Pelatih baru John Herdman akan debut bersama Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts di GBK.
  • Skuad berisi 24 pemain tanpa playmaker murni, mengindikasikan perubahan filosofi permainan tim.
  • Pendekatan Herdman menekankan pada pemain pekerja keras dan keseimbangan, mengarah permainan fisik dan cepat.

Suara.com - Timnas Indonesia bersiap menghadapi FIFA Series Maret 2026 dengan wajah baru. Pelatih anyar John Herdman membawa pendekatan berbeda dalam menyusun skuad.

Laga debut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Indonesia dijadwalkan menghadapi Timnas Saint Kitts dan Nevis. Ini menjadi ujian pertama bagi Herdman bersama skuad Garuda.

Namun, sorotan utama justru ada pada komposisi pemain yang dipilih. Dari 24 pemain yang dipanggil, tak ada playmaker murni. Hal ini menjadi indikasi perubahan filosofi permainan tim.

Selama ini, Indonesia identik dengan gelandang kreatif. Kini, pendekatan itu mulai ditinggalkan oleh Herdman. Nama seperti Joey Pelupessy dan Ivar Jenner jadi andalan. Keduanya dikenal sebagai gelandang pekerja keras.

Selain itu, ada pemain hibrida seperti Jordi Amat. Juga Calvin Verdonk dan Nathan Tjoe-A-On. Mereka fleksibel dalam transisi posisi di lapangan. Fokusnya adalah keseimbangan dan kontrol ruang permainan.

Meski tanpa playmaker, opsi kreatif tetap tersedia. Beckham Putra bisa dimainkan di posisi tersebut. Namun, ia lebih sering tampil sebagai winger di klub. Begitu juga dengan Eliano Reijnders yang kini jadi bek sayap.

Nama Dony Tri Pamungkas juga menarik perhatian. Ia pernah berperan sebagai playmaker di level U-23. Artinya, kreativitas tidak benar-benar hilang.

Hanya saja, perannya kini tersebar ke banyak pemain. Skuad ini juga minim pemain bertipe dribbler. Ini menegaskan perubahan gaya bermain yang lebih fisikal.

Pendekatan Herdman mengarah ke permainan cepat dan langsung. Transisi menjadi kunci utama dalam strategi tim.

Baca Juga: Komentar Mengejutkan Patrick Kluivert, Tak Merasa Bersalah Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Pildun

Mantan pemain nasional Alexander Sununu ikut memberi pandangan. Ia melihat pola ini sebagai strategi yang disengaja. Menurutnya, eksperimen ini wajar untuk pelatih baru. Terutama dalam membangun identitas tim ke depan.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Load More