- Timnas Indonesia gagal juara FIFA Series 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Bulgaria pada partai puncak.
- Bek naturalisasi Kevin Diks menjadi sasaran kritik netizen setelah menyebabkan tendangan penalti fatal.
- Penalti tersebut berujung gol tunggal kemenangan Bulgaria melalui eksekusi tenang Marin Petkov di laga final.
Suara.com - Harapan Timnas Indonesia untuk mengakhiri ajang FIFA Series 2026 dengan trofi juara harus pupus di tangan Bulgaria.
Setelah sempat memberikan harapan besar melalui kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, Skuad Garuda justru tampil antiklimaks di partai puncak.
Namun, di balik kekalahan tipis 0-1 tersebut, sorotan tajam publik sepak bola tanah air tertuju pada sosok bek naturalisasi, Kevin Diks.
Pemain yang berkarier di kasta tertinggi Liga Jerman Bersama Borussia Monchengladbach ini menjadi sasaran hujatan netizen di berbagai platform media sosial.
Hal ini dipicu oleh keterlibatannya dalam insiden di kotak terlarang yang membuahkan penalti bagi Bulgaria yang kemudian dikonversi menjadi gol kemenangan oleh Marin Petkov.
Sepanjang pertandingan, lini belakang Timnas Indonesia sebenarnya menunjukkan kedisiplinan yang cukup baik di bawah arahan John Herdman.
Kehadiran pemain-pemain berpengalaman Eropa seperti Jay Idzes dan Kevin Diks diharapkan mampu meredam agresivitas pemain Bulgaria yang mengandalkan keunggulan fisik.
Sayangnya, sebuah momen keraguan di area sensitif justru berakibat fatal bagi pertahanan tim Merah Putih.
Kevin Diks dinilai melakukan intervensi yang terlambat saat mencoba memutus alur serangan lawan yang memaksa wasit menunjuk titik putih.
Baca Juga: Jay Idzes Bicara Bibit Harapan di Tengah Kekalahan Timnas Indonesia
Meskipun Emil Audero sudah berupaya membaca arah bola, eksekusi tenang dari Petkov tetap meluncur mulus ke dalam gawang.
Kesalahan individual di laga sebesar final ini memicu gelombang kekecewaan dari para pendukung setia Merah Putih.
Kritik yang mengalir deras kepada Kevin Diks tak lepas dari statusnya sebagai pemain kelas dunia.
Banyak suporter berpendapat bahwa pemain dengan jam terbang tinggi di Eropa seharusnya memiliki ketenangan lebih dalam menghadapi situasi satu lawan satu di dalam kotak penalti.
"Biang masalah di timnas kemarin gagal penalti, sekarang malah blunder ngasih ke penalti ke lawan," tulis ***liv
"Pemain Bundesliga mentalnya liga Indonesia," seru warganet lain.
"El Jegal," timpal xeo***
Berita Terkait
-
Calvin Verdonk Harap Dony Tri Pamungkas Bisa Berkarier di Eropa
-
3 Pemain Timnas Indonesia Tak Dapat Menit Bermain dari John Herdman di FIFA Series 2026
-
Bedah Statistik Laga Perdana Pelatih Timnas Indonesia: John Herdman Lewati Rekor STY dan PK
-
Eksperimen Berani John Herdman! Beri Panggung 8 Pemain Super League Indonesia Lawan Bulgaria
-
Alasan Jay Idzes Tetap Bahagia meski Timnas Indonesia Dibungkam Bulgaria
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?