Bola / Bola Indonesia
Selasa, 31 Maret 2026 | 22:28 WIB
Winger Timnas Indonesia Dony Tri Pamungkas (tengah) menendang bola yang coba diadang pesepak bola Timnas Bulgaria Emil Tsenov (kiri) dan Petko Hristov (kanan) pada pertandingan final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). Indonesia raih runner-up FIFA Series 2026 setelah kalah 0-1 atas Bulgaria. (Antara/Asprilla Dwi Adha)
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026 di GBK.
  • Gol tunggal Bulgaria tercipta dari tendangan penalti yang dieksekusi Marin Petkov.
  • Masuknya Dony Tri dan Beckham Putra meningkatkan signifikan kualitas permainan Indonesia babak kedua.

Suara.com - Kekalahan Timnas Indonesia dari Timnas Bulgaria di final FIFA Series 2026 menyisakan cerita menarik.

Meski kalah 0-1, performa Garuda justru meningkat di babak kedua.

Laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno memperlihatkan dua wajah berbeda tim.

Babak pertama berjalan kurang efektif meski Indonesia menguasai bola.

Gol penalti Marin Petkov jadi pembeda hingga akhir laga.

Perubahan signifikan terjadi setelah pergantian pemain.

Masuknya Dony Tri Pamungkas menjadi awal kebangkitan.

Ia masuk menit ke-73 menggantikan Justin Hubner.

Tak lama, Beckham Putra juga dimainkan.

Baca Juga: Dony Tri Pamungkas Bikin Takjub Bintang Klub Liga Prancis: Saya Tunggu di Eropa!

Ia menggantikan Joey Pelupessy di lini tengah.

Kehadiran keduanya langsung mengubah ritme permainan Indonesia.

Aliran bola menjadi lebih cepat dan serangan lebih variatif.

Dony aktif melepas umpan silang berbahaya ke kotak penalti.

Beckham membantu mempercepat tempo dan distribusi bola.

Pelatih John Herdman pun mengakui dampak besar mereka.

Load More