- Media Belanda Algemeen Dagblad menyoroti peran Fardy Bachdim sebagai penghubung pemain diaspora yang kini terjerat skandal paspor di liga lokal.
- Kelalaian dalam mengurus visa dan izin kerja usai resmi menjadi WNI membuat pemain seperti Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On dilarang bertanding.
- Berbeda dengan pemain lain, kiper Ajax Maarten Paes aman dari sanksi karena pihak agensinya (SEG) telah mengurus legalitas kerjanya dengan sangat teliti.
Suara.com - Polemik skandal administrasi yang melanda sejumlah penggawa Timnas Indonesia di Eropa kini mulai menyeret nama agen pemain Fardy Bachdim.
Saudara kandung dari mantan bintang skuad Garuda, Irfan Bachdim, tersebut mendadak menjadi sorotan utama pemberitaan di negara kincir angin.
Keterlibatannya mulai diperbincangkan secara luas seiring meledaknya kasus paspor yang menimpa para pemain keturunan di kompetisi Liga Belanda.
Media ternama asal Belanda, Algemeen Dagblad, secara khusus merilis laporan mendalam mengenai peran sentral Fardy dalam proses naturalisasi pemain.
Media Eropa tersebut bahkan memberikan julukan khusus kepadanya sebagai "Sang Penghubung" antara para talenta diaspora dengan pihak PSSI.
Rekam jejaknya memang terbilang sangat krusial dalam menjembatani komunikasi para pemain keturunan yang tengah merintis karier di benua biru.
Sosoknya kerap tertangkap kamera saat mendampingi momen-momen penting, seperti ketika berfoto bersama Jay Idzes yang kala itu masih berseragam Venezia.
Ia juga diketahui hadir langsung mengawal proses peralihan kewarganegaraan dari Eliano Reijnders serta bek tangguh Mees Hilgers.
Sayangnya, laporan Algemeen Dagblad menyoroti bahwa banyak dari kelompok pemain diaspora ini terlalu fokus pada urusan teknis sepak bola semata.
Baca Juga: PSV Juara Liga Belanda 3 Kali Beruntun! Feyenoord Tersandung, Gelar Tak Terkejar
Mereka dinilai sangat lalai dalam memperhatikan aspek legalitas krusial seperti pengurusan visa dan izin kerja usai mengubah status kewarganegaraannya.
Kelalaian administratif inilah yang kemudian memicu badai paspoortgate hingga memaksa sejumlah pemain pilar harus menepi dari lapangan hijau.
Sederet nama tenar seperti Dean James, Justin Hubner, Tim Geypens, hingga Nathan Tjoe-A-On menjadi korban langsung dari skandal birokrasi ini.
Imbas dari keteledoran dokumen ini ternyata juga menjalar hingga merugikan pilar andalan milik Timnas Putri Indonesia di liga setempat.
Pemain potensial seperti Felicia de Zeeuw, Isabelle Nottet, serta Isabel Kopp turut dibekukan status bermainnya akibat masalah yang persis sama.
Di tengah kegaduhan yang meluas, kiper Ajax Amsterdam yakni Maarten Paes justru menjadi salah satu pemain yang dipastikan lolos dari sanksi.
Berita Terkait
-
Negara Piala Dunia Bakal Dihadapi Timnas Indonesia di Lanjutan FIFA Series 2026, Siapa Dia?
-
Rival Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Kamboja Diperkuat 9 Pemain Naturalisasi
-
Kenapa Maarten Paes Bisa Lolos dari Skandal Paspor Gate di Belanda?
-
Target Piala Dunia 2030! Calon Striker Naturalisasi Tak Sabar Bantu Timnas Indonesia Ukir Sejarah
-
Rapor Pemain Timnas Indonesia di Eropa: Jay Idzes Gemilang di Italia, Maarten Paes Tumbang
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung