Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 10 April 2026 | 19:19 WIB
Shayne Pattynama dikritik, pelatih Persija beri pembelaan.. (Dok. Persija)
Baca 10 detik
  • Pelatih Persija, Mauricio Souza, membela Shayne Pattynama setelah menerima kritik tajam akibat kekalahan tim dari Bhayangkara FC.
  • Kritik muncul karena penampilan Shayne dianggap kurang maksimal saat laga pekan ke-26 Liga 1 di Bandarlampung.
  • Souza menjelaskan minimnya waktu bermain Shayne disebabkan persaingan ketat posisi bek kiri serta proses pemulihan pasca cedera.

Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza angkat bicara menanggapi kritik tajam yang diarahkan kepada Shayne Pattynama.

Pemain naturalisasi tersebut menjadi sorotan usai Persija kalah 2-3 dari Bhayangkara FC pada pekan ke-26 Liga 1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandarlampung, Shayne masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-77 menggantikan Dony Tri Pamungkas.

Namun, penampilannya menuai kritik, terutama setelah gol kemenangan Bhayangkara FC yang dicetak Moussa Sidibe pada menit 90+5.

Pengamat sepak bola, Binder Singh  melontarkan kritik keras dengan menyebut Shayne tidak bisa bermain sama sekali. Ia juga mempertanyakan kualitas sang pemain yang berstatus diaspora.

Menanggapi hal tersebut, Mauricio Souza memberikan pembelaan tegas. Ia menilai kritik yang diarahkan kepada Shayne tidak sepenuhnya adil, mengingat kondisi dan situasi yang dihadapi pemain tersebut.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza merespons kritik yang dilayangkan kepada Shayne Pattynama. (Dok. Persija)

"Saya tidak sependapat dengan kritik terhadap Shayne. Ia memiliki potensi besar, tetapi saat ini Dony sedang berada dalam performa yang sangat konsisten," ujar Souza.

Souza menjelaskan bahwa minimnya menit bermain Shayne bukan karena kualitas, melainkan karena persaingan ketat di posisi bek kiri.

Dony Tri Pamungkas saat ini dinilai tampil stabil dan sulit tergeser dari posisi utama.

Baca Juga: Jelang Duel Klasik, Persija Jakarta Larang Bonek Hadir di Stadion GBK

Sejak bergabung dari Buriram United pada pertengahan musim, Shayne memang baru mencatatkan enam penampilan dengan total waktu bermain yang terbatas.

Ia lebih sering berperan sebagai pelapis di posisi fullback maupun wingback kiri.

Selain faktor persaingan, kondisi fisik juga menjadi pertimbangan. Shayne sebelumnya sempat mengalami cedera serius yang membuatnya absen cukup lama sebelum merapat ke Persija.

"Shayne memang memiliki menit bermain yang lebih sedikit dan baru pulih dari cedera. Namun, ketika dimainkan, ia memberikan kontribusi positif dan tetap memiliki masa depan yang baik untuk tim maupun Timnas Indonesia," pungkas pelatih Persija.

Load More