- FIFA resmi menolak permintaan Iran untuk memindahkan lokasi pertandingan Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko.
- Penolakan FIFA didasarkan pada pertimbangan kerumitan logistik serta upaya menjaga konsistensi jadwal turnamen yang telah ditetapkan.
- Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan timnas Iran tetap akan berpartisipasi dalam kompetisi sesuai dengan hasil undian grup.
Suara.com - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi menolak permintaan Iran untuk memindahkan pertandingan mereka di Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menegaskan bahwa FIFA tetap mempertahankan jadwal dan lokasi pertandingan sesuai rencana awal.
“FIFA memutuskan bahwa pertandingan tidak dapat dipindahkan dari lokasi semula karena akan membuat logistik menjadi terlalu rumit,” ujarnya dilansir dari Reuters, Senin (14/3).
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) sebelumnya mengajukan permintaan relokasi dengan alasan keamanan pemain.
Kekhawatiran meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak dapat menjamin keselamatan tim Iran jika bertanding di wilayah Amerika.
Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan Iran tetap akan tampil di turnamen tersebut.
“Iran akan berada di Piala Dunia. Saya telah berbicara dengan pemain dan pelatih, semuanya baik-baik saja,” katanya dikutip dari laman resmi FIFA.
Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Seluruh pertandingan fase grup dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, termasuk dua laga di Los Angeles dan satu di Seattle.
Baca Juga: Timnas Indonesia Hadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026?
Meksiko, yang menjadi tuan rumah bersama AS dan Kanada, sempat menyatakan kesediaan untuk menampung laga Iran.
Namun, opsi tersebut ditolak FIFA dengan alasan teknis dan konsistensi jadwal turnamen.
Situasi ini mempertegas ketegangan antara aspek olahraga dan geopolitik.
Meski sempat muncul ancaman boikot dari pihak Iran, FIFA tetap bersikukuh menjaga integritas kompetisi sesuai hasil undian.
Di sisi lain, konflik bersenjata yang pecah sejak akhir Februari terus membayangi persiapan turnamen.
Meski gencatan senjata sementara telah dicapai, ketidakpastian keamanan masih menjadi perhatian utama bagi banyak pihak.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Hadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026?
-
Usai Tampil Bersama Timnas Indonesia, Elkan Baggott Bakal Debut di Championship?
-
FIFA Umumkan 170 Perangkat Pertandingan Piala Dunia 2026, Termasuk 6 Wasit Wanita
-
Tak Hanya Pemain, Wasit Dapat Pelatihan Fisik dan Mental Jelang Piala Dunia 2026
-
PSSI Kasih Bocoran Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia
-
Justin Hubner Sindir NAC Breda yang Picu Polemik Paspoortgate di Belanda
-
Kalahkan Bali United dengan 10 Pemain, Bojan Hodak Puji Kerja Keras Pasukannya
-
Blunder Jay Idzes Jadi Penentu, Pelatih Sassuolo Lempar Sindiran Tajam
-
Juara Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Timnas Futsal Indonesia, Ini Kata Pelatih Thailand
-
Kalah dari Dewa United, Hendri Susilo: Pemain Tidak Patuh
-
Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang
-
Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto
-
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah, Jadi Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga
-
Roberto De Zerbi Tekankan Mentalitas Positif untuk Selamatkan Tottenham dari Degradasi