- Madura United sangat mewaspadai motivasi bangkit Persebaya Surabaya yang baru saja menelan kekalahan telak 0-3 dari Persija Jakarta pekan lalu.
- Laga Derbi Suramadu menjadi momen krusial bagi Madura United yang saat ini terjebak di zona degradasi bersama Semen Padang FC dan PSBS Biak.
- Caretaker Rakhmad Basuki menargetkan poin maksimal di kandang lawan meski menyadari Persebaya yang berada di posisi keenam (42 poin) bukan lawan mudah.
Suara.com - Ancaman kebangkitan skuad berjuluk Bajul Ijo menjadi teror nyata bagi Madura United FC yang sedang berjuang mati-matian lepas dari jerat degradasi BRI Super League 2025/2026.
Laga bertajuk Derbi Suramadu ini diprediksi akan berjalan dengan tensi sangat panas mengingat kedua tim asal Jawa Timur tersebut sama-sama membawa misi penebusan dosa pasca rentetan hasil buruk.
Tekanan psikologis justru kini berbalik membayangi kubu Laskar Sape Kerrab yang dituntut mencuri poin penuh di kandang lawan demi memperpanjang napas mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Momentum Kebangkitan Tuan Rumah di Gelora Bung Tomo
Pertarungan sarat gengsi antara Persebaya Surabaya melawan Madura United ini akan diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT) pada Jumat (17/4/2026).
Caretaker Pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, secara terang-terangan mengakui bahwa timnya sangat mewaspadai potensi amukan dari tuan rumah yang sedang terluka.
Pasukan kebanggaan Bonek tersebut diyakini akan tampil kesetanan demi mengembalikan harga diri mereka di hadapan puluhan ribu pendukung fanatiknya.
Motivasi berlipat ganda ini muncul setelah Persebaya harus menelan pil pahit berupa kekalahan telak 0-3 dari rival mereka, Persija Jakarta, pada akhir pekan lalu.
"Tim sekelas Persebaya punya mental bagus. Kekalahan kemarin bisa jadi momentum mereka untuk bangkit. Itu yang harus kami antisipasi," kata Rakhmad Basuki saat konferensi pers jelang laga pada Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Adu Gacor Striker Lokal Super League: Eksel Runtukahu Bersaing Ketat dengan Ezra Walian
Misi Harga Mati Laskar Sape Kerrab Lepas dari Degradasi
Meskipun dihantui oleh teror kebangkitan tim tuan rumah, juru taktik asal Pamekasan tersebut menolak untuk mengibarkan bendera putih sebelum bertanding.
Skuad yang dikomandoi oleh kapten Luis Marselo Morais dos Reis alias Lulinha ini diinstruksikan untuk tetap tampil spartan demi mengamankan kemenangan tandang yang sangat krusial.
Target raihan tiga poin mutlak ini tidak lepas dari kondisi kritis Madura United yang saat ini masih terjerembap dan kesulitan keluar dari papan bawah klasemen.
"Kami menghadapi tim besar. Kami respek dengan Persebaya, tapi kami juga butuh poin. Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan hasil maksimal," tambahnya.
Klasemen Sementara di BRI Super League
Berita Terkait
-
Topskor Persib Bandung Siap Comeback saat Hadapi Bali United
-
Krisis Pemain Jelang Derbi Suramadu, Persebaya Surabaya Siapkan Kejutan Taktik
-
Laga Tandang ke Sleman, Maxwell Souza Tegaskan Persija Tak Mau Jemawa Lawan PSBS
-
Pelatih Persib Heran dengan Dewa United: Skuad Mewah Posisi Papan Tengah
-
Derbi Jatim Arema FC vs Persebaya Surabaya Terancam Batal di Kanjuruhan
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026
-
Rekor yang Tak Pecah 72 Tahun! Skor 7-5 Akankah Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Siapa Raja Assist dalam Sejarah Piala Dunia? Bukan Messi Apalagi Ronaldo
-
Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun
-
Popularitas Timnas Indonesia Menurun, John Herdman Diminta Benahi 'Kekacauan' Pasca Kluivert
-
10 Pemain Tertua yang Cetak Gol di Piala Dunia: Rekor Masih Punya Eks Bomber Liga Indonesia
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026
-
FIFA Kirim Surat Khusus untuk Persib Bandung, Apa Isinya?
-
Misi Mustahil Thomas Tuchel? Memetakan Jalur Terjal Inggris Menuju Takhta Piala Dunia 2026