-
Kurniawan Dwi Yulianto bertanggung jawab penuh atas kekalahan Timnas Indonesia U-17 melawan Malaysia.
-
Evaluasi fokus pada antisipasi bola mati dan ketajaman lini serang Garuda Asia.
-
Publik diminta menjaga mental pemain muda demi perkembangan karier jangka panjang mereka.
Suara.com - Kekalahan tipis Timnas Indonesia U-17 atas Malaysia di Stadion Gelora Joko Samudro menjadi alarm keras bagi lini pertahanan dan efisiensi serangan Garuda Asia.
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto secara terbuka memohon maaf kepada publik atas kegagalan meraih poin di kandang sendiri pada Kamis malam tersebut.
Strategi antisipasi bola mati menjadi titik lemah utama yang mengakibatkan tim lawan berhasil mencuri keunggulan melalui gol tunggal mereka.
Kurniawan kini memfokuskan perhatian pada pemulihan psikologis pemain muda agar tidak terpuruk akibat tekanan besar dari media sosial.
Ketidakmampuan barisan depan dalam mengonversi dominasi permainan menjadi gol nyata menunjukkan adanya hambatan dalam penyelesaian akhir yang mendesak.
Kurniawan Dwi Yulianto menegaskan bahwa dirinya adalah orang yang paling bertanggung jawab atas hasil negatif yang mengecewakan para suporter.
Ia secara aktif meminta masyarakat untuk tidak memberikan kritik tajam yang bisa merusak kepercayaan diri para atlet remaja ini.
"Saya pribadi mohon maaf dengan hasil yang kurang atau tidak memuaskan ini, tetapi saya harus tetap memberikan apresiasi kepada semua pemain karena kerja keras mereka," katanya kepada awak media.
Apresiasi tetap diberikan karena secara teknis para pemain telah berjuang maksimal menguasai aliran bola sepanjang pertandingan berlangsung.
Baca Juga: Kurniawan Dwi Yulianto: Saya Mohon Maaf
Tim pelatih menyadari bahwa usia di bawah 17 tahun merupakan masa yang sangat rentan terhadap gangguan mental akibat perundungan digital.
Evaluasi Lini Serang dan Pertahanan
Kelengahan sesaat dalam skema permainan menyebabkan gawang Indonesia kebobolan di tengah upaya mereka mengurung pertahanan Malaysia.
Kurniawan menyoroti pentingnya konsentrasi penuh selama waktu normal agar kesalahan elementer tidak kembali terulang di laga berikutnya.
"Menjadi bahan evaluasi. Kami harus fokus selama 90 menit karena tadi kesalahan dari kami sehingga membuahkan gol untuk lawan," jelasnya.
Selain masalah pertahanan, kegagalan memanfaatkan banyak peluang emas di depan gawang lawan menjadi catatan paling merah bagi staf pelatih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan
-
Dedi Mulyadi Sambut Baik Putusan PTUN, Sebut PLK Lembaga Tidak Sah
-
BRI KKB Expo Hadir Lagi, Nikmati Promo Kredit Kendaraan di 131 Kantor BRI Seluruh Indonesia
-
Febrie Adriansyah Diperiksa Tim Khusus Berisi 9 Jaksa, Mayoritas Alumni KPK
-
Review Serial Marc by Sofia: Estetika Sunyi Sofia Coppola yang Memesona
-
Junior Roberts Kagok Perankan Cowok Green Flag di Series A Little White Lie
-
Maut di Balik Live TikTok: Teka-Teki Sayatan di Pantai Permata Probolinggo Akhirnya Terungkap
-
Bunga Cuma 1,8%! BRI KKB Expo Hadir di 131 Titik, Wujudkan Mimpi Punya Kendaraan Baru
-
Pengawas Sawmill Ilegal di Kampar Jadi Tersangka, Terancam Denda Rp2,5 Miliar
-
Perbaiki Tata Kelola MBG, Pimpinan BGN Diminta Jangan Bikin Masalah Baru