-
Ivar Jenner menyebut cuaca panas Indonesia sebagai hambatan terbesar bagi pemain dari liga Eropa.
-
Suhu ekstrem memengaruhi aspek teknis dan manajemen stamina pemain selama pertandingan berlangsung.
-
Dewa United menyesuaikan jadwal latihan sore hari guna membantu proses adaptasi pemain asing.
Suara.com - Ivar Jenner menghadapi tantangan fisik berat akibat perbedaan iklim ekstrem saat membela Dewa United di Indonesia.
Pemain muda ini menyebut suhu panas sebagai rintangan utama yang memengaruhi performa teknis serta daya tahan tubuhnya.
Transisi dari atmosfer dingin Eropa menuju iklim tropis memaksa gelandang ini melakukan penyesuaian gaya hidup secara total.
Kehadirannya di lini tengah menjadi eksperimen penting bagi klub dalam mengintegrasikan talenta internasional ke cuaca lokal.
Statistik menunjukkan bahwa kualitas permainan tetap terjaga meski ia harus bertarung melawan kelembapan udara yang tinggi.
Ivar Jenner membandingkan secara langsung atmosfer kompetisi di Indonesia dengan pengalamannya selama merumput di Belanda.
Ia merasa kualitas kompetisi domestik sudah cukup baik namun memiliki kendala lingkungan yang sangat kontras.
“Ya, saya pikir liganya bagus, ini sedikit berbeda dari di mana saya bermain sebelumnya di Liga Belanda. Terutama juga cuaca,” ujar Ivar Jenner dalam kanal YouTube Liga1Match.
Suhu tinggi di lapangan hijau diakui berdampak langsung pada konsentrasi dan manajemen energi sepanjang sembilan puluh menit.
Baca Juga: Persib Bandung Resmi Layangkan Surat Protes Usai Laga Kontra Dewa United, Ini Isinya
Faktor non-teknis ini menjadi variabel yang menentukan apakah seorang pemain asing bisa sukses atau gagal beradaptasi.
Dewa United berupaya menjaga kebugaran pemain dengan mengatur jadwal latihan secara spesifik pada sore hari.
Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko dehidrasi berlebih yang dapat menurunkan level permainan individu secara signifikan.
“Ini adalah peran besar dalam pertandingan dan beberapa hal teknis. Iya, berbeda dari Belanda. Tapi bagi saya itu bagus untuk dimainkan, untuk membuat manajemen saya,” lanjut dia.
Jenner kini lebih fokus pada manajemen diri agar tetap mampu mengalirkan bola dengan akurat di tengah suhu menyengat.
Setiap laga yang dijalani di Indonesia dianggapnya sebagai pertempuran ganda melawan lawan di lapangan dan cuaca.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Rapor Bintang Timnas Indonesia di Super League: Rizky Ridho hingga Thom Haye Menyala!
-
Hasil Super League: Persib Bandung Gagal Menang Lagi! Terancam Dikudeta Borneo FC
-
Kegilaan Sandy Walsh Bersama Buriram United Musim Ini, Peluang Sikat 2 Trofi
-
Update Harga Pasar Pemain Timnas Indonesia: Jay Idzes Tembus Rp173 Miliar, Mees Hilgers Makin Turun
-
Hadapi Grup Berat, Kurniawan Yakin Timnas Indonesia U-17 Bisa Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Dijamu PSIS Semarang, Kendal Tornado FC Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan
-
Alvaro Arbeloa Ungkap Alasan Jarang Mainkan Dani Carvajal
-
Memble Ditahan Imbang Dewa United, Persib Bakal Mengamuk Saat Jumpa Arema FC
-
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Berpotensi Hadapi Bintang Barcelona Lamine Yamal
-
Jadi Pahlawan Saat Tahan Imbang Persija, Kiper PSIM Yogyakarta Memilih Merendah