Bola / Bola Dunia
Rabu, 29 April 2026 | 17:14 WIB
Selebrasi Harry Kane bersama para pemain Bayern Munich usai mencetak gol ke gawang Wender Bremen. (Instagram/bayern)
Baca 10 detik
  • Wayne Rooney mengkritik Harry Kane karena memuji pertahanan Bayern Munich usai kekalahan 4-5 dari PSG di Liga Champions.
  • Rooney menilai performa lini belakang kedua tim dalam laga sengit di Parc des Princes tersebut sangatlah buruk.
  • Harry Kane berhasil memecahkan rekor gol Steven Gerrard dalam enam laga beruntun meski Bayern mengalami kekalahan dramatis tersebut.

Suara.com - Legenda Manchester United Wayne Rooney melontarkan kritik tajam kepada kapten timnas Inggris Harry Kane usai laga dramatis antara Bayern Munich vs PSG di semifinal Liga Champions.

Rooney menilai komentar Kane yang memuji lini belakang Bayern setelah kekalahan 4-5 justru tidak masuk akal.

Dalam laga leg pertama di Parc des Princes, Bayern harus menyerah 4-5 dari Paris Saint-Germain dalam duel sembilan gol yang berlangsung sengit.

Kane, yang mencetak gol pembuka lewat penalti, tetap memberi pujian kepada para bek Bayern usai pertandingan.

“Meski ada sembilan gol, ada banyak duel satu lawan satu yang luar biasa dari para bek,” kata Kane.

Namun Rooney tak sepakat dengan penilaian mantan rekan setimnya di timnas Inggris itu. Menurutnya, pertahanan kedua tim justru tampil buruk sepanjang laga.

“Saya suka Harry Kane, tapi tidak mungkin dia memuji para beknya setelah pertandingan seperti itu,” kata Rooney dilansir dari Dailymail.

“Pertahanan kedua tim malam ini sangat buruk. Mungkin dia hanya ingin memberi mereka kepercayaan diri untuk leg kedua.”

Meski kalah, Kane tetap mencatat prestasi pribadi dengan memecahkan rekor Steven Gerrard setelah mencetak gol dalam enam laga Liga Champions secara beruntun.

Baca Juga: Thierry Henry Khawatir Arsenal Kelelahan Jelang Duel Lawan Atletico Madrid

Kane juga berperan penting dalam kebangkitan Bayern yang sempat tertinggal tiga gol sebelum memperkecil selisih.

Leg kedua akan digelar pekan depan di Allianz Arena, saat Bayern berusaha membalikkan agregat demi menjaga asa ke final Liga Champions.

Load More