-
Semen Padang mulai pasrah menghadapi ancaman degradasi setelah menempati posisi ke-17 klasemen sementara.
-
Pemain Braditi Moulevey memberikan sinyal kepasrahan melalui pesan puitis di media sosial miliknya.
-
Kekalahan dari Madura United menjadi penyebab utama menipisnya harapan Kabau Sirah bertahan di liga.
Suara.com - Semen Padang tampaknya mulai menerima kenyataan pahit berada di ambang degradasi Super League musim ini. Kondisi yang semakin sulit membuat Kabau Sirah memilih bersikap legawa sambil menjadikan perjalanan buruk musim ini sebagai bahan introspeksi.
Tekanan terhadap Semen Padang makin besar setelah menelan kekalahan penting dari Madura United pada pekan ke-30. Pertandingan yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan justru berakhir mengecewakan dan membuat peluang bertahan di kasta tertinggi semakin menipis.
Hasil negatif tersebut membuat Semen Padang masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, peluang keluar dari zona degradasi kini bergantung bukan hanya pada hasil mereka sendiri, tetapi juga nasib tim pesaing.
Situasi itu membuat atmosfer pesimistis mulai terasa di kubu Kabau Sirah. Salah satunya terlihat dari unggahan pemain Semen Padang, Braditi Moulevey, yang seolah memberi sinyal menyerah menghadapi kondisi tim saat ini.
“Perjuangan telah mendekati akhir,” tulisnya melalui unggahan media sosial.
Unggahan tersebut langsung memunculkan reaksi dari para pendukung Semen Padang.
Banyak suporter menilai pernyataan itu menggambarkan beratnya perjuangan tim sepanjang musim ini.
Braditi juga menyinggung bagaimana perjalanan sulit yang dijalani Semen Padang dalam beberapa bulan terakhir menjadi pengalaman pahit yang harus diterima seluruh elemen tim.
Baca Juga: Kena Comeback 2-4, Paul Munster Evaluasi Total Kegagalan Bhayangkara FC Redam Persib Bandung
“Dalam beberapa bulan terakhir, dunia telah memproduksi banyak makanan,” katanya.
Meski kalimat yang disampaikan terdengar penuh metafora, unggahan tersebut dianggap sebagai bentuk kekecewaan sekaligus kepasrahan atas situasi yang dihadapi Semen Padang saat ini.
Tak hanya itu, Braditi bahkan membawa unsur takdir saat berbicara mengenai perjalanan Kabau Sirah musim ini.
“Ketika kita berbicara tentang perairan laut, kita hidup di laut, dan ketika kita berada di dalam air, kita hidup di laut,” tutupnya.
Kini, Semen Padang berada dalam posisi sulit untuk bertahan di Super League. Selain wajib menyapu bersih sisa pertandingan, mereka juga harus berharap para rival di papan bawah kehilangan poin dalam beberapa pekan terakhir musim ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026
-
Patut Ditiru! Cara Hajime Moriyasu Motivasi Pemain Jepang Usai Imbang Lawan Belanda
-
Sihir Hajime Moriyasu: Taktik 'Langka' Timnas Jepang Bikin Belanda Gigit Jari
-
Di Balik Swedia Bantai Tunisia, Yasin Ayari Menghancurkan Tanah Kelahiran Sang Ayah
-
Prediksi Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Koeman Blak-blakan Usai Belanda Imbang Lawan Jepang: Ini Standar Minimal Kami!
-
Tiba di AS, Timnas Iran Lansung Disambut Aksi Demonstrasi, Ini Biang Keroknya