-
Belanda ditahan imbang Jepang 2-2 setelah dua kali gagal mempertahankan keunggulan gol mereka.
-
Pelatih Ronald Koeman menegaskan performa tersebut adalah standar paling minimal demi target juara.
-
Koeman menolak menyesali strategi pergantian pemain meski menyoroti rapuhnya sektor pertahanan sayap.
Suara.com - Timnas Belanda terpaksa berbagi poin setelah dua kali keunggulan mereka dipatahkan oleh kegigihan Jepang. Hasil imbang ini langsung memicu evaluasi mendalam dari sang arsitek taktik terkait ambisi besar mereka.
Pelatih Oranje Ronald Koeman menegaskan bahwa level permainan dalam laga tersebut merupakan batas paling rendah yang bisa ditoleransi. Skuadnya wajib segera berbenah apabila ingin merebut trofi paling bergengsi di planet ini.
"Ini adalah standar minimal kami, harus saya katakan. Kami harus berkembang selama turnamen. Kami perlu tampil lebih baik. Tentu saja, kami lebih suka memenangkan pertandingan pertama dan kami mengharapkannya karena kami unggul dua kali. Itu tidak terjadi tetapi itu tidak berarti bahwa kami sekarang berpikir bahwa performa kami tidak cukup baik. Saya pikir ada banyak momen positif selama pertandingan jadi satu-satunya jalan adalah bangkit," kata Koeman dikutip dari ESPN, Senin (15/6/2026).
Stadion AT&T yang dipadati puluhan ribu pasang mata menjadi saksi rapuhnya konsentrasi lini belakang perwakilan Eropa. Drama empat gol tersebut sekaligus mencoreng catatan sejarah partisipasi mereka di turnamen ini.
Kapten Virgil van Dijk membuka asa lewat tandukan tajam yang memecah kebuntuan di babak kedua. Namun, keunggulan itu hanya bertahan sekejap sebelum Keito Nakamura menyamakan kedudukan untuk Samurai Biru.
Aksi memukau penyerang sayap Crysencio Summerville kembali membawa timnya memimpin lewat sepakan melengkung indah. Sial bagi Oranje, kemenangan yang sudah di depan mata sirna dua menit sebelum laga bubar.
Keputusan menarik keluar sejumlah pilar utama saat memimpin menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak. Kendati demikian, sang juru taktik menolak anggapan bahwa pergantian tersebut merusak ritme permainan.
"Tidak, saya tidak menyesal. Saya tidak berpikir kami memberikan inisiatif (permainan). Jepang mulai bermain secara berbeda. Selama babak pertama, mereka tidak bisa memberikan tekanan ke depan pada kami, mungkin karena rasa hormat atau ketakutan mereka kepada kami, tetapi setelah mereka tertinggal, mereka mampu melakukannya."
Rapuhnya koordinasi di area sayap disinyalir menjadi celah utama yang berhasil dimanfaatkan musuh. Dua gol yang bersarang ke gawang mereka dianggap sebagai murni kelalaian dalam mengantisipasi serangan.
Baca Juga: Jepang Tak Lagi Pendek: Evolusi Fisik Samurai Biru Terbukti di Piala Dunia 2026
"Setelah kami mencetak gol pertama, pertahanan kami mulai mengalami kesulitan. Ada juga masalah dengan tekanan di sisi sayap. Kedua gol tersebut tidak kami kawal dengan baik. Saya kecewa kami tidak menang, tapi itu karena kami sempat unggul dua kali. Banyak orang meremehkan Jepang, tapi untuk kesekian kalinya, jika Anda meremehkan mereka, itu masalah Anda. Anda pikir kekuatan Jepang dilebih-lebihkan sebelum pertandingan? Mari kita tunggu sampai akhir Piala Dunia untuk melihat siapa yang benar."
Pertandingan sengit Grup F ini mempertemukan dua kekuatan dari benua berbeda yang memiliki ambisi besar. Bagi Belanda, kegagalan mempertahankan keunggulan dua kali dalam satu laga merupakan kejadian pertama dalam sejarah mereka.
Di sisi lain, reputasi Jepang sebagai pembunuh raksasa di kancah internasional kembali terbukti lewat determinasi tinggi mereka. Hasil ini membuat persaingan di grup menjadi semakin terbuka bagi seluruh kontestan.
Tantangan berikutnya sudah menanti di depan mata bagi kedua kesebelasan yang berlaga. Skuad Oranje dijadwalkan bersua Swedia, sementara tim nasional Jepang akan menantang Tunisia pada pertandingan kedua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga