-
Swedia sukses membantai Tunisia 5-1 dalam laga pembuka grup Piala Dunia di Meksiko.
-
Gelandang muda Yasin Ayari menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol spektakuler.
-
Graham Potter memuji lini depan Swedia yang mencetak rekor gol terbanyak sejak 1938.
Suara.com - Timnas Swedia memulai kampanye Piala Dunia 2026 mereka dengan performa yang sangat mengerikan di Stadion BBVA. Tim asuhan Graham Potter sukses melumat Tunisia lewat kemenangan telak dengan skor akhir 5-1.
Yasin Ayari menjadi bintang utama yang tidak terduga dalam pesta gol pembuka turnamen tersebut. Pemain tengah milik Brighton ini sukses menyarangkan dua gol ke gawang negara asal ayahnya.
Ketajaman Ayari membuktikan bahwa ia siap menjadi pilar baru yang mengancam panggung sepak bola global. Sang gelandang muda kini tidak bisa lagi dianggap remeh oleh tim lawan mana pun.
"Dia telah memainkan banyak pertandingan di Liga Utama. Ini tidak seperti dia datang entah dari mana," ujar Potter pascapertandingan dikutip dari ESPN.
"Tetapi kami memiliki banyak pemain bagus, dan tantangannya adalah kami harus menjadi sebuah tim. Kami harus menemukan cara yang mengeluarkan kemampuan terbaik dari semua pemain yang kami miliki, dan sangat sulit bagi seorang pelatih saat ini untuk memilih."
Ayari yang lahir dari ayah Tunisia dan ibu Maroko sempat menahan emosi pada gol pertamanya. Ia melepaskan sepakan setengah voli menakjubkan dari luar kotak penalti tanpa melakukan selebrasi.
Akan tetapi, situasi mendadak berubah ketika ia mencetak gol keduanya saat memasuki masa injury time. Berhasil membobol gawang dari luar area penalti lagi, Ayari langsung merayakannya dengan sangat emosional.
Catatan emas ini menempatkan Ayari sebagai pemain termuda ketiga dalam sejarah Swedia yang mencetak beberapa gol dalam satu laga Piala Dunia. Saat ini sang gelandang baru menginjak usia 22 tahun 251 hari.
Pesta gol Swedia di Monterrey semakin lengkap melalui kontribusi dari dua penyerang bintang mereka. Alexander Isak dan Viktor Gyökeres turut mencatatkan nama mereka di papan skor pertandingan tersebut.
Baca Juga: Tiba di AS, Timnas Iran Lansung Disambut Aksi Demonstrasi, Ini Biang Keroknya
"Performa tim yang solid yang kemudian memungkinkan Alex dan Viktor menunjukkan kualitas mereka, yang jelas mereka lakukan, tetapi Anda tahu ada banyak hal positif bagi kami dalam hal stabilitas pertahanan," ucap Potter.
"Ini jelas malam yang baik untuk memulai turnamen dengan hal tersebut. Kemenangan lima satu sangat fantastis bagi kami."
Potter meyakini bahwa kerja sama antara Isak dan Gyökeres akan terus berkembang menjadi semakin menakutkan. Chemistry kedua penyerang top ini dinilai baru mencapai tahap awal dari potensi maksimal mereka.
"Mereka belum sangat sering bermain bersama. Saya pikir sekitar tujuh kali mereka telah bermain bersama," kata Potter.
"Saya pikir mereka akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi semakin sering mereka bermain. Saya pikir mereka saling melengkapi dengan sangat baik, membawa atribut yang berbeda, kualitas yang berbeda secara individu, dan tentu saja mereka adalah pemain top, tetapi saya pikir bersama-sama mereka bisa menjadi ancaman yang nyata, nyata."
Kemenangan telak lima gol ini menorehkan tinta emas baru bagi sejarah sepak bola Swedia. Ini merupakan produktivitas gol tertinggi mereka dalam satu laga Piala Dunia sejak tahun 1938.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Prediksi Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Koeman Blak-blakan Usai Belanda Imbang Lawan Jepang: Ini Standar Minimal Kami!
-
Tiba di AS, Timnas Iran Lansung Disambut Aksi Demonstrasi, Ini Biang Keroknya
-
Shin Tae-yong Dapat Kuasa Penuh di Persija Jakarta, Manajemen Siap Kasih Pemain Terbaik
-
Wonderkid Baru Barcelona Ini Bakal Jadi Penerus Mohamed Salah di Timnas Mesir Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Arab Saudi Vs Uruguay: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Tumbang di Laga Perdana, Moises Caicedo Ingin Timnas Ekuador Segera Bangkit
-
Pelatih Iran Jelang Lawan Selandia Baru: Kami Main untuk Rakyat, Bukan Politik!
-
Tampil Memukau Lawan Timnas Brasil, Liverpool Buru Tanda-tangan Ayyoub Bouaddi?