Bola / Bola Dunia
Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:11 WIB
Upaya Presiden FIFA Gianni Infantino, mempertemukan pejabat sepak bola Israel dan Palestina dalam satu panggung berakhir canggung. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Presiden FIFA Gianni Infantino gagal mendamaikan pejabat sepak bola Israel dan Palestina di Kongres FIFA Vancouver, Kanada.
  • Jibril Rajoub menolak berjabat tangan dengan Basim Sheikh Suliman karena menganggap tindakan itu tidak pantas di tengah konflik.
  • Pihak Palestina menilai upaya Gianni Infantino tidak sensitif terhadap pelanggaran hak yang sedang dialami oleh asosiasi mereka.

Suara.com - Upaya Presiden FIFA Gianni Infantino, mempertemukan pejabat sepak bola Israel dan Palestina dalam satu panggung berakhir canggung.

Momen itu terjadi pada Kongres FIFA di Vancouver, Kanada.

Saat itu, Infantino mencoba mengatur jabat tangan simbolis antara perwakilan kedua pihak, namun ditolak langsung oleh delegasi Palestina.

Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, menolak berdiri berdampingan dengan Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Israel, Basim Sheikh Suliman.

Penolakan itu terjadi setelah keduanya sebelumnya menyampaikan pidato di hadapan ratusan delegasi FIFA.

Menurut Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Palestina Susan Shalabi, Rajoub menolak berjabat tangan karena menganggap langkah tersebut tidak pantas di tengah konflik yang masih berlangsung.

Gianni Infantino dan Erick Thohir (pssi.org)

“Saya tidak bisa berjabat tangan dengan seseorang yang dibawa Israel untuk memutihkan fasisme dan genosida mereka. Kami sedang menderita,” kata Shalabi mengutip pernyataan Rajoub kepada Reuters.

Meski sempat beberapa kali membujuk Rajoub untuk mendekat, Infantino gagal mewujudkan foto bersama yang diinginkannya.

Situasi di atas panggung sempat memanas sebelum akhirnya Infantino kembali ke podium seorang diri.

Baca Juga: Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

Dalam pernyataannya, Infantino tetap menyerukan persatuan dan meminta kedua pihak bekerja sama demi masa depan anak-anak.

“Mari bekerja bersama untuk memberi harapan kepada anak-anak,” ujar Infantino di hadapan peserta kongres.

Namun kubu Palestina menilai upaya jabat tangan tersebut justru tidak sensitif terhadap konteks politik yang sedang dibahas.

Shalabi menyebut tindakan Infantino absurd karena dianggap menegasikan pesan serius yang baru saja disampaikan delegasi Palestina soal pelanggaran terhadap hak-hak asosiasi anggota FIFA.

Load More