News / Internasional
Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:32 WIB
Tentara penjaga perbatasan Iran berpatroli. [AFP]
Baca 10 detik
  • Komandan Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, menyatakan kesiapan militer negaranya menghadapi segala ancaman serangan dari Amerika Serikat dan Israel.
  • Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta tekanan diplomatik yang diberikan Presiden Donald Trump terhadap Iran.
  • Militer Iran berkomitmen memperkuat pertahanan demi menjaga kedaulatan wilayah nasional dari permusuhan asing serta desakan negara lain saat ini.

Suara.com - Komandan Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami menegaskan militer negaranya berada dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi segala bentuk ancaman dan serangan dari AS-Israel.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan tekanan dari Presiden AS, Donald Trump terhadap Teheran.

Dilansir dari Tasnim News, dalam pesannya memperingati Hari Guru, Hatami mengatakan Angkatan Darat Iran terus memperkuat kemampuan pertahanan guna menjalankan misi menjaga kemerdekaan dan integritas wilayah nasional.

Menurut dia, kesiapan militer merupakan bagian penting dari strategi pertahanan negara.

“Angkatan Darat Republik Islam Iran kini berdiri lebih siap dari sebelumnya untuk menghadapi setiap ancaman dan permusuhan,” kata Hatami seperti dikutip media pemerintah Iran.

Raja Inggris Charles III mencuri perhatian dalam jamuan kenegaraan di Gedung Putih setelah melontarkan serangkaian candaan yang membuat Presiden AS Donald Trump terbahak-bahak. [Istimewa]

Ia menegaskan kekuatan militer Iran bertumpu pada dukungan rakyat serta arahan pemimpin tertinggi Iran,Mojtaba Khamenei.

Hatami menyebut pasukannya akan tetap berdiri teguh menghadapi setiap tekanan sebagaimana yang telah dilakukan selama ini.

Pernyataan tersebut muncul ketika ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih tinggi, terutama setelah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Teheran dalam beberapa kesempatan terus menegaskan tidak akan mundur menghadapi tekanan asing dan siap merespons setiap ancaman terhadap kedaulatan negaranya.

Baca Juga: Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman

Sebelumnya, presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara terbuka meminta Iran untuk segera mengubah sikap diplomasi mereka melalui platform Truth Social.

Dikutip dari CNBC, sikap konfrontatif ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi nuklir dan krisis penutupan jalur maritim yang krusial.

Narasi keras Trump diperkuat dengan unggahan visual hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya memegang senjata.

Gambar tersebut dilengkapi dengan pesan tegas yang menandakan berakhirnya periode diplomasi lunak Amerika Serikat.

“Iran tidak bisa mengatur diri mereka sendiri. Mereka tidak tahu cara menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka lebih baik segera menjadi pintar!” tulis Trump.

Load More