- Argentina menjadi negara penyumbang pelatih kepala terbanyak untuk ajang Piala Dunia 2026 dengan total enam orang.
- Enam pelatih tersebut akan memimpin berbagai tim nasional di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada turnamen mendatang.
- Dominasi ini mengukuhkan reputasi Argentina sebagai produsen pelatih sepak bola elite yang memiliki mentalitas juara serta kompetitif.
Suara.com - Argentina menjadi negara penyumbang pelatih terbanyak di Piala Dunia 2026.
Tim Tango akan memiliki enam pelatih kepala yang memimpin tim berbeda di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Jumlah tersebut menempatkan Argentina di puncak daftar negara eksportir pelatih untuk Piala Dunia 2026, mengungguli Prancis yang mengirim lima pelatih.
Enam pelatih asal Argentina yang akan tampil di pesta sepak bola dunia itu adalah Lionel Scaloni bersama Timnas Argentina, Sebastián Beccacece dengan Ekuador, Nestor Lorenzo menangani Kolombia, Marcelo Bielsa bersama Uruguay, Gustavo Alfaro melatih Paraguay, serta Mauricio Pochettino yang menukangi tuan rumah Amerika Serikat.
Dominasi tersebut mempertegas reputasi Argentina sebagai salah satu produsen pelatih elite dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Gaya kompetitif, kemampuan adaptasi, dan mental juara dinilai menjadi faktor utama tingginya permintaan terhadap pelatih asal Negeri Tango.
Legenda Argentina, Mario Kempes, menyebut pelatih dari negaranya sangat dihargai di kancah internasional.
“Pelatih Argentina dicari banyak negara. Mereka dihormati karena kualitas kerja dan kejujuran dalam bekerja,” ujarnya kepada FIFA.
Mantan bintang Ekuador, Álex Aguinaga, juga menilai reputasi sepak bola Argentina yang identik dengan kemenangan menjadi nilai tambah tersendiri.
Baca Juga: Ditolak Masuk Kanada, Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026 Jika FIFA Tak Beri Garansi Keamanan
Menurutnya, mental juara itu terbawa dalam karakter para pelatih mereka.
Tak hanya di Amerika Selatan, pengaruh pelatih Argentina kini merambah hampir ke seluruh dunia.
Banyak federasi nasional memilih pelatih asal Argentina untuk membangun proyek jangka panjang maupun mengejar hasil instan.
Dengan enam pelatih tampil di Piala Dunia 2026, Argentina tak hanya kuat di lapangan lewat para pemainnya, tetapi juga mendominasi dari pinggir lapangan.
Tag
Berita Terkait
-
Ditolak Masuk Kanada, Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026 Jika FIFA Tak Beri Garansi Keamanan
-
Targetkan 8 Besar Asia, Mathew Baker Optimis Bawa Garuda Muda ke Piala Dunia U-17
-
Bek Melbourne City Mathew Baker Pimpin Mentalitas Juara Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia 2026
-
Thomas Tuchel Optimis Performa Cole Palmer Bangkit Jelang Piala Dunia 2026
-
Persiapan Matang Jelang Piala Dunia 2026, Uzbekistan Tantang Eks Anak Asuh John Herdman
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan