Bola / Bola Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 | 17:58 WIB
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta [the-afc.com]
Baca 10 detik
  • Mathew Baker menargetkan Timnas Indonesia U17 lolos ke Piala Dunia U17 tahun 2026 mendatang.

  • Indonesia harus masuk jajaran delapan tim terbaik Piala Asia 2026 untuk mengunci tiket.

  • Skuad Garuda Muda tergabung dalam Grup B bersama lawan kuat China, Jepang, dan Qatar.

Suara.com - Bek andalan Mathew Baker menegaskan ambisi besar membawa Timnas Indonesia U17 melaju ke putaran final Piala Dunia U-17 2026.

Kesempatan emas ini terbuka lebar jika skuad Garuda Muda mampu mengamankan posisi delapan tim terbaik di Piala Asia U-17.

Dominasi permainan dan keberanian dalam melakukan tekanan balik menjadi modal utama Indonesia untuk bersaing di level kontinental.

Mathew Baker. (instagram.com/@mat_baker09)

Kualitas kepemimpinan Baker yang kini berkarier di Australia diharapkan mampu mengangkat performa rekan-rekannya di lapangan hijau.

Fisik dan mentalitas pemain muda Indonesia dinilai telah mengalami perkembangan pesat selama masa persiapan intensif belakangan ini.

Pemain berusia 16 tahun tersebut menyoroti etos kerja keras yang tertanam kuat dalam setiap individu di tim.

Mathew Baker frustasi dengan kekalahan Timnas Indonesia U-17, tapi takjub dukungan skuad Garuda. (Instagram/@mat_baker09)

"Kami memiliki kemampuan untuk menguasai permainan dan menciptakan peluang. Kami disiplin dan berani menekan ketika kehilangan bola," ujar Baker.

Kepercayaan diri yang tinggi serta kebersamaan antar pemain menjadi fondasi utama dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di fase grup.

Baker sangat meyakini bahwa peluang Indonesia untuk kembali tampil di panggung dunia sangat terbuka berdasarkan kualitas tim saat ini.

Baca Juga: Kurniawan Dwi Yulianto Ungkap Kesiapan Timnas Indonesia U-17 Jelang Lawan China

"Jadi, saya percaya kami mempunyai peluang yang sangat bagus untuk lolos ke Piala Dunia," ucap penggawa Melbourne City itu.

Menjelang laga pembuka yang krusial melawan China, Baker tidak menampik adanya beban besar yang dirasakan para pemain.

Kendati demikian, anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto diperintahkan untuk tetap menjaga konsentrasi penuh pada instruksi taktis di lapangan.

Soliditas antar lini menjadi kunci bagi tim untuk meredam serangan lawan dan menjaga ritme pertandingan yang diinginkan.

Daya tahan mental atau resiliensi saat menghadapi situasi terjepit dianggap sebagai keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Indonesia sekarang.

"Tim ini sangat solid. Tekanan memang selalu ada, tetapi kami fokus pada tugas masing-masing dan saling mendukung," kata Baker.

Load More