-
Mathew Baker menargetkan Timnas Indonesia U17 lolos ke Piala Dunia U17 tahun 2026 mendatang.
-
Indonesia harus masuk jajaran delapan tim terbaik Piala Asia 2026 untuk mengunci tiket.
-
Skuad Garuda Muda tergabung dalam Grup B bersama lawan kuat China, Jepang, dan Qatar.
Suara.com - Bek andalan Mathew Baker menegaskan ambisi besar membawa Timnas Indonesia U17 melaju ke putaran final Piala Dunia U-17 2026.
Kesempatan emas ini terbuka lebar jika skuad Garuda Muda mampu mengamankan posisi delapan tim terbaik di Piala Asia U-17.
Dominasi permainan dan keberanian dalam melakukan tekanan balik menjadi modal utama Indonesia untuk bersaing di level kontinental.
Kualitas kepemimpinan Baker yang kini berkarier di Australia diharapkan mampu mengangkat performa rekan-rekannya di lapangan hijau.
Fisik dan mentalitas pemain muda Indonesia dinilai telah mengalami perkembangan pesat selama masa persiapan intensif belakangan ini.
Pemain berusia 16 tahun tersebut menyoroti etos kerja keras yang tertanam kuat dalam setiap individu di tim.
"Kami memiliki kemampuan untuk menguasai permainan dan menciptakan peluang. Kami disiplin dan berani menekan ketika kehilangan bola," ujar Baker.
Kepercayaan diri yang tinggi serta kebersamaan antar pemain menjadi fondasi utama dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di fase grup.
Baker sangat meyakini bahwa peluang Indonesia untuk kembali tampil di panggung dunia sangat terbuka berdasarkan kualitas tim saat ini.
Baca Juga: Kurniawan Dwi Yulianto Ungkap Kesiapan Timnas Indonesia U-17 Jelang Lawan China
"Jadi, saya percaya kami mempunyai peluang yang sangat bagus untuk lolos ke Piala Dunia," ucap penggawa Melbourne City itu.
Menjelang laga pembuka yang krusial melawan China, Baker tidak menampik adanya beban besar yang dirasakan para pemain.
Kendati demikian, anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto diperintahkan untuk tetap menjaga konsentrasi penuh pada instruksi taktis di lapangan.
Soliditas antar lini menjadi kunci bagi tim untuk meredam serangan lawan dan menjaga ritme pertandingan yang diinginkan.
Daya tahan mental atau resiliensi saat menghadapi situasi terjepit dianggap sebagai keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Indonesia sekarang.
"Tim ini sangat solid. Tekanan memang selalu ada, tetapi kami fokus pada tugas masing-masing dan saling mendukung," kata Baker.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Siapa Keanu Sanjaya? Pahlawan Timnas Indonesia U-17 yang Pernah Cicipi Latihan di Klub Spanyol
-
Respons Vincent Kompany Usai Mikel Arteta Sindir Soal Jadwal Liga
-
Arsenal ke Final Liga Champions, Wenger Bungkam Kritik soal Selebrasi Arteta
-
Berapa Kali Arsenal Pernah Lolos ke Final Liga Champions?
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Athletic Club Resmi Tunjuk Edin Terzic sebagai Pelatih Baru
-
Phil Foden akan Perpanjang Kontrak di Manchester City hingga 2030
-
Mikel Arteta Sebut Lolos ke Final Liga Champions sebagai Malam Terbaik dalam Kariernya
-
Declan Rice Semringah usai Bawa Arsenal ke Final Liga Champions, Kirim Pesan untuk Suporter
-
Penantian 20 Tahun, Mikel Arteta: Kami Kembali ke Final Liga Champions