- Hidetoshi Nakata menjadi pionir pesepak bola Jepang yang sukses berkompetisi di liga elite Serie A Italia sejak 1998.
- Nakata berperan penting membawa Jepang menembus Piala Dunia pertama tahun 1998 serta mencapai fase gugur pada 2002.
- Keberhasilan dan mentalitas Nakata membuka jalan bagi talenta Asia berkarier di Eropa serta menginspirasi Timnas Jepang kini.
Suara.com - Timnas Jepang terus mempersiapkan diri untuk bersaing di Piala Dunia 2026. Optimisme Samurai Biru tak lepas dari warisan sosok legendaris Hidetoshi Nakata, pemain yang terinspirasi manga Captain Tsubasa dan sukses membuka jalan bagi talenta Asia di Eropa.
Nakata dikenang sebagai pionir sepak bola Jepang yang mampu bersinar di kompetisi elite Serie A Italia pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an.
Menembus Eropa dari Negeri Pecinta Bisbol
Hidetoshi Nakata tumbuh di Kofu pada era 1980-an, saat bisbol menjadi olahraga paling populer di Jepang. Minimnya figur sepak bola lokal membuatnya membangun karakter bermain lewat disiplin dan imajinasi sendiri.
Kariernya mulai melejit ketika ia meraih penghargaan Pemain Terbaik Asia 1997. Penampilan impresif itu membuat Perugia merekrutnya pada 1998.
Kepindahan tersebut sempat diragukan media Italia karena Serie A saat itu dikenal sebagai liga paling kompetitif di dunia. Namun, Nakata langsung membungkam kritik lewat dua gol ke gawang Juventus pada laga debutnya.
Karier klubnya mencapai puncak saat memperkuat AS Roma. Ia membantu klub ibu kota Italia itu meraih Scudetto musim 2000-2001, termasuk lewat kontribusi penting saat menghadapi Juventus.
Momen Ikonik di Piala Dunia
1. Membawa Jepang ke Piala Dunia Pertama
Baca Juga: Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
Sebelum bersinar di Italia, Nakata lebih dulu menjadi pahlawan Jepang saat membantu tim lolos ke Piala Dunia 1998 di Prancis.
Ia mencatatkan tiga assist penting saat Jepang mengalahkan Iran di laga kualifikasi. Keberhasilan itu menjadi sejarah karena Jepang untuk pertama kalinya tampil di putaran final Piala Dunia.
Meski Jepang gagal lolos dari fase grup, permainan Nakata saat menghadapi Argentina tetap mendapat pujian luas. Ia dianggap membuktikan bahwa pemain Asia mampu bersaing secara taktik dengan pemain Eropa dan Amerika Selatan.
2. Tekanan Besar di Piala Dunia 2002
Empat tahun kemudian, Nakata kembali menjadi tumpuan Jepang di Piala Dunia 2002 yang digelar bersama Korea Selatan.
Di bawah tekanan besar sebagai tuan rumah, ia tetap tampil tenang dan menjadi motor permainan Samurai Biru. Nakata sukses membawa Jepang lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Berita Terkait
-
Profil Timnas Paraguay: Generasi Baru La Albirroja Bakal Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026
-
Hinaan Homofobik, Prestianni Terancam Absen Bela Argentinadi Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal Absen di La Liga Demi Fokus Pemulihan Cedera untuk Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Beras Mulai Merangkak Naik
-
Apakah Wardah Tinted Sunscreen Waterproof dan Tahan Lama? Ini Perbedaan Klaim 2 Variannya
-
Ulasan Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela,Kisah Pendidikan yang Membebaskan
-
Singapura vs Timnas Indonesia: Eks Bek MU Sebut The Lions Lapar Bakal Terkam Garuda
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026
-
KPK Usut Asal-Usul SGD 8.500 yang Ditemukan di Ruang Kakanim Jakarta Selatan
-
951 Pinjol yang Resahkan Masyarakat Ditutup, Modusnya Lewat Aplikasi dan Situs
-
Spesifikasi Chery Tiggo V yang Meluncur di GIIAS 2026 sebagai SUV Khusus Indonesia
-
Apa Perbedaan Sunscreen Tinted dengan Sunscreen Biasa? Ini Penjelasan dan Kelebihannya
-
Ironi Ketidakadilan yang Dibiarkan Terjadi di Drama Pyramid Game