Bola / Bola Dunia
Kamis, 07 Mei 2026 | 14:57 WIB
Simak profil lengkap Timnas Iran, sang raksasa Asia yang siap mengguncang Piala Dunia dengan duet maut Mehdi Taremi dan Sardar Azmoun di lini depan. (FIFA)
Baca 10 detik
  • Iran menuntut jaminan FIFA agar militer IRGC tidak dihina selama Piala Dunia berlangsung.

  • Keikutsertaan Timnas Iran bergantung pada perlakuan otoritas Amerika Serikat terhadap delegasi resmi mereka.

  • Ketua Federasi Iran menegaskan bahwa status tuan rumah adalah FIFA, bukan pemerintah Amerika Serikat.

Suara.com - Partisipasi Timnas Iran pada putaran final Piala Dunia 2026 kini bergantung pada jaminan kehormatan bagi institusi militer mereka.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, menegaskan perlunya komitmen tertulis agar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak dilecehkan.

Tuntutan ini muncul menyusul ketegangan diplomatik yang melibatkan perlakuan otoritas imigrasi negara Barat terhadap delegasi resmi Iran sebelumnya.

Timnas Iran (FIFA)

Mehdi Taj menyatakan bahwa kehadiran timnya di Amerika Serikat memerlukan kepastian bahwa simbol negara mereka akan tetap dihormati sepenuhnya.

Sikap tegas ini diambil untuk mencegah terulangnya diskriminasi perjalanan yang dialami pejabat sepak bola Iran saat memasuki wilayah Amerika Utara.

“[Pihak] Amerika, jika mereka menjamin untuk tidak menghina institusi militer kami dan IRGC, kami akan pergi,” tegas Taj kepada media pemerintah IRIB.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran tidak akan menoleransi segala bentuk provokasi politik di luar arena pertandingan sepak bola.

Simak profil lengkap Timnas Iran, sang raksasa Asia yang siap mengguncang Piala Dunia dengan duet maut Mehdi Taremi dan Sardar Azmoun di lini depan. (FIFA)

“Jika mereka memberikan jaminan sedemikian rupa sehingga insiden seperti Kanada tidak terjadi dan mereka benar-benar memastikannya, kami akan pergi,” tambahnya.

Langkah ini dipicu oleh pengalaman pahit delegasi FFIRI yang terpaksa membatalkan kunjungan ke Vancouver setelah mendapat perlakuan buruk di Toronto.

Baca Juga: Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off

Saat itu, otoritas setempat menolak masuknya Mehdi Taj dan tim karena dianggap memiliki keterkaitan erat dengan organisasi militer tersebut.

Pihak FFIRI memberikan pernyataan resmi mengenai penolakan tersebut melalui keterangan tertulis yang merujuk pada marwah institusi bersenjata mereka.

“Mereka [delegasi] kembali ke Turkiye dengan penerbangan pertama yang tersedia karena perilaku petugas imigrasi di bandara yang tidak dapat diterima dan penghinaan terhadap salah satu organ paling terhormat dari angkatan bersenjata bangsa Iran,” jelas FFIRI.

Sebagai tindak lanjut, Mehdi Taj dijadwalkan terbang ke Zurich untuk berdialog langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, bulan ini.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memastikan tidak ada pembatasan masuk atau tindakan tidak hormat bagi seluruh ofisial tim yang berangkat.

“Kami membutuhkan jaminan di sana, untuk perjalanan kami, bahwa mereka tidak berhak menghina simbol sistem kami – terutama Korps Garda Revolusi Islam,” ujar Taj.

Load More