-
Persija Jakarta gagal menjamu Persib Bandung di Jakarta akibat tidak mendapat izin kepolisian setempat.
-
Laga pekan ke-32 tersebut resmi dipindahkan ke Stadion Segiri Samarinda tanpa dukungan penuh Jakmania.
-
Pertandingan ini sangat krusial karena menentukan persaingan gelar juara antara Persija, Persib, dan Borneo.
Suara.com - Persija Jakarta dipastikan kehilangan keunggulan psikologis sebagai tuan rumah saat menghadapi laga krusial melawan Persib Bandung.
Duel klasik ini terpaksa bergeser ke Samarinda karena kendala perizinan keamanan yang tidak turun di Jakarta.
Kondisi tersebut memperpanjang catatan kelam Macan Kemayoran yang sudah tujuh tahun tidak pernah menjamu rivalnya di ibu kota.
Status tim musafir ini menjadi pukulan telak bagi skuat asuhan Mauricio Souza yang sedang mengejar gelar juara.
Ketidakhadiran dukungan langsung puluhan ribu Jakmania di tribun diyakini akan mengubah peta kekuatan di lapangan hijau.
Pertandingan pekan ke-32 Super League 2025/2026 ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu (10/5/2026) sore di Stadion Segiri.
Pihak kepolisian tidak memberikan lampu hijau untuk menyelenggarakan pertandingan berisiko tinggi tersebut di wilayah Jakarta.
Pelatih Mauricio Souza secara terbuka mengungkapkan kegusarannya melihat situasi yang merugikan timnya tersebut.
"Tentu saja seharusnya status tuan rumah adalah milik kami dan seharusnya bermain di lapangan sendiri, dengan suporter kami," kata Souza kepada awak media.
Baca Juga: Persija Bakal Serasa Main Kandang di Samarinda, Mauricio Souza Andalkan Kekuatan Jakmania
"Tentu saja poin-poin itu seharusnya menjadi hal positif bagi kami," tambahnya.
Pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa bermain di luar Jakarta menghilangkan marwah pertandingan kandang yang sebenarnya.
Ia menilai absennya atmosfer stadion yang penuh dengan pendukung setia membuat timnya berada di posisi sulit.
Souza tidak ingin berspekulasi apakah perpindahan venue ini secara otomatis memberi angin segar bagi kubu lawan.
"Saya tidak tahu apakah Persib diuntungkan dengan hal ini, tetapi saya tahu kami sama sekali tidak mendapatkan keuntungan," tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Baginya, fokus utama saat ini adalah meminimalisir dampak kerugian akibat kehilangan dukungan langsung suporter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United
-
Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026
-
Ismael Saibari Jadi Pemain Afrika Pertama yang Selalu Cetak Gol di Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Lolos Meski Kalah dari Swiss, Kanada Berharap Alphonso Davies Pulih di Knockout Piala Dunia 2026
-
Nasib Skotlandia di Ujung Tanduk usai Dibungkam Brasil, Steve Clarke Pasrah
-
Tertangkap Aksi Tutup Mulut, Ini Alasan Jude Bellingham Tak Dikartu Merah
-
Timnas Brasil Pertahankan Rekor 44 Tahun di Piala Dunia Usai Kalahkan Skotlandia
-
Bola Tertua di Dunia Dipamerkan di Laga Skotlandia vs Brasil, Ini Alasan Sakralnya
-
Hasil Piala Dunia 2026: Vinicius Junior Menggila, Brasil Gilas Skotlandia
-
Hasil Piala Dunia 2026: Bosnia Jaga Asa ke 32 Besar dan Singkirkan Qatar