- Mehdi Mahdavikia merupakan legenda sepak bola Iran yang sukses berkarier di Bundesliga bersama klub Hamburger SV Jerman.
- Ia mencetak gol bersejarah saat membawa Iran mengalahkan Amerika Serikat pada ajang Piala Dunia tahun 1998 silam.
- Mahdavikia pensiun dari timnas usai kontroversi gelang hijau dan kini fokus melatih serta mengembangkan sepak bola muda.
Suara.com - Mehdi Mahdavikia menjadi salah satu ikon terbesar sepak bola Asia pada era 1990-an hingga 2000-an.
Kecepatan, crossing akurat, dan dribel eksplosif membuatnya dijuluki The Rocket oleh publik sepak bola Iran.
Mahdavikia lahir di Ray, Iran, pada 24 Juli 1977. Ia memulai karier sepak bola bersama akademi Bank Melli sebelum bersinar bersama Persepolis FC.
Penampilannya yang impresif membawa Mahdavikia hijrah ke Jerman pada akhir 1990-an.
Setelah sempat membela VfL Bochum, kariernya benar-benar melejit bersama Hamburger SV.
Selama delapan musim di Hamburg, Mahdavikia tampil dalam lebih dari 200 pertandingan Bundesliga dan menjadi salah satu pemain Asia paling sukses di Eropa.
Fans Hamburg bahkan menjulukinya Der Teppich atau Karpet Terbang karena kemampuannya meluncur melewati lawan.
Puncak performanya datang pada awal 2000-an. Mahdavikia dua kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Hamburg versi suporter pada 2003 dan 2004.
Tak hanya piawai menyerang, Mahdavikia juga dikenal sebagai pemain serbabisa.
Baca Juga: Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati
Mahdavikia mampu bermain sebagai winger kanan, bek kanan, bahkan penyerang saat dibutuhkan.
Mahdaviki juga menjadi salah satu pemain Asia paling dihormati di Bundesliga berkat visi permainan dan kemampuan mengirim umpan silang mematikan.
Ia sempat disebut memiliki nilai transfer mencapai 10 juta euro pada masa jayanya.
Bungkam AS di Piala Dunia 1998
Karier internasional Mahdavikia bersama Timnas Iran penuh cerita besar.
Mahdavikia mencatat 110 penampilan dan mencetak 13 gol untuk Team Melli.
Berita Terkait
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati
-
Donald Trump Serang FIFA: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Kemahalan!
-
Profil Timnas Ekuador: Kuda Hitam Piala Dunia dengan Regenerasi Pemain Muda Berbakat
-
Profil Timnas Arab Saudi: Elang Hijau Siap Bikin Kejutan Lagi di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati
-
Persija Terusir dari Jakarta, Paulo Ricardo Tetap Pasang Target Bungkam Persib
-
Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik di GBK Untuk Dongkrak Ranking FIFA Juni 2026
-
Marc Klok Persilakan Bobotoh Hadir, Jakmania Layangkan Protes Keras ke Erick Thohir
-
Persija Punya Modal Berharga Buat Bongkar Pertahanan Persib Bandung
-
Donald Trump Serang FIFA: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Kemahalan!
-
Profil Timnas Ekuador: Kuda Hitam Piala Dunia dengan Regenerasi Pemain Muda Berbakat
-
Profil Timnas Arab Saudi: Elang Hijau Siap Bikin Kejutan Lagi di Piala Dunia 2026
-
Tekanan Puncak Klasemen Super League Paksa Persib Bandung Harus Menang Kontra Persija Jakarta Besok
-
Link Live Streaming Persekat Tegal vs Persiba Balikpapan: Siapa yang Harus Turun Kasta?