- Pelatih Julian Nagelsmann berupaya mengembalikan kejayaan timnas Jerman untuk meraih kemenangan pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang.
- Nagelsmann membangun ulang identitas Jerman dengan menggabungkan mentalitas disiplin tradisional serta gaya permainan sepak bola modern yang kompetitif.
- Langkah ini dilakukan untuk mengatasi penurunan performa tim pasca kegagalan di Piala Dunia tahun 2018 dan 2022.
Suara.com - Pelatih timnas Jerman Julian Nagelsmann tengah menjalankan misi besar mengembalikan kejayaan tim Panzer di Piala Dunia 2026.
Namun Nagelsmann tidak ingin Jerman sekadar bernostalgia dengan masa lalu.
Nagelsmann mencoba membangun kembali identitas lama Der Panzer dengan sentuhan sepak bola modern demi mengembalikan aura menakutkan yang pernah dimiliki Jerman.
Selama puluhan tahun, Jerman dikenal sebagai tim dengan mental baja dan disiplin tinggi.
Kalimat legendaris Gary Lineker menjadi simbol kejayaan tersebut.
“Sepak bola adalah permainan sederhana. Dua puluh dua pemain mengejar bola selama 90 menit dan pada akhirnya Jerman yang menang,” kata Lineker usai Inggris kalah dari Jerman di semifinal Piala Dunia 1990 dilansir dari BBC.
Ucapan itu menggambarkan identitas Jerman sebagai tim pekerja keras, disiplin, dan selalu tampil kuat di momen krusial.
Perubahan besar dimulai ketika Joachim Low mengambil alih tim nasional usai Piala Dunia 2006.
Di bawah Low, Jerman mulai meninggalkan gaya lama yang mengandalkan kekuatan mental semata. Der Panzer berubah menjadi tim dengan penguasaan bola dominan dan permainan menyerang modern.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
Puncaknya terjadi di Piala Dunia 2014 saat Jerman tampil luar biasa dan menjuarai turnamen setelah membantai Brasil 7-1 di semifinal.
Namun kesuksesan itu perlahan menjadi bumerang. Penguasaan bola berubah menjadi obsesi dan Jerman kehilangan identitas aslinya.
Kegagalan di Piala Dunia 2018 dan 2022 menjadi bukti penurunan performa Jerman.
Tim nasional Jerman dinilai terlalu lembut, mudah ditebak, dan kehilangan karakter kuat yang dulu menjadi ciri khas mereka.
Joachim Low bahkan sempat mengakui kesalahannya setelah kegagalan di Piala Dunia 2018.
“Kesalahan terbesar saya adalah berpikir kami bisa lolos grup hanya dengan dominasi penguasaan bola,” ujar Low.
Berita Terkait
-
Cari Pelapis Harry Kane, Thomas Tuchel Bakal Pilih Striker Uzur Ini ke Piala Dunia 2026
-
Krisis Internal Timnas Curacao, Fred Rutten Mundur Usai Tekanan Pemain Minta Pelatih Lama Kembali
-
PSSI Hubungi FIFA, Bahas Bidding Piala Dunia Futsal 2028
-
Messi Kapten, Lionel Scaloni Berani Buang Paulo Dybala Demi Darah Muda Serie A di Piala Dunia 2026
-
Jerit Ibu di Meksiko: Anak Kami Dihilangkan, Kalian Berpesta Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Bielsa Ngamuk Usai Uruguay Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Maki-maki Diri Sendiri
-
Jalan Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar: Lawan Terpetakan, Ujian Berat Menanti
-
Video Pemain Hampir Baku Pukul di Sesi Latihan, Pelatih Panama: Itu Normal
-
Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador
-
Ritual Tanda Salib Lionel Scaloni dan Alasan Ogah Rayakan Gol Argentina
-
Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil
-
Kabar Duka! Wonderkid Venezuela Ditemukan Tewas di Tengah Reruntuhan Gempa
-
Hasil MLSC All-Stars 2026: Lewat Duel Sengit, Kudus Melaju ke Final Usai Taklukkan Surabaya
-
Heboh Video Kylian Mbappe Nyuruh Wasit Kasih Ban Kapten Tchouameni, Ternyata Ini Alasannya