Bola / Bola Dunia
Rabu, 13 Mei 2026 | 16:33 WIB
Pelatih Timnas U-17 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto berdoa saat tim asuhannya melawan Timnas Malaysia pada pertandingan penyisihan grup A ASEAN U-17 Boys Championship atau AFF U-17 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). [ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/sgd/kye]
Baca 10 detik
  • Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto meminta maaf atas kegagalan Timnas Indonesia U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 2026.
  • Indonesia tersingkir setelah kalah 1-3 dari Jepang di Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa, 15 Mei 2026.
  • Hasil tersebut menempatkan Indonesia di dasar klasemen Grup B dan memupus harapan tampil di Piala Dunia.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyampaikan permintaan maaf setelah timnya gagal lolos ke Piala Dunia U-17 2026 akibat tersingkir pada fase grup Piala Asia U-17 2026.

"Atas nama pribadi dan juga sebagai pelatih kepala, sebagai penanggung jawab di tim ini, saya mohon maaf atas kegagalan ini," kata Kurniawan.

Garuda Muda dipastikan gagal melaju ke babak berikutnya setelah kalah 1-3 dari Timnas Jepang U-17 pada laga terakhir Grup B di King Abdullah Sport City Training Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (15/5/2026) waktu setempat.

Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia U-17 finis di dasar klasemen Grup B dengan koleksi tiga poin, di bawah Jepang yang mengumpulkan sembilan poin, Timnas China U-17 dengan enam poin, dan Timnas Qatar U-17 yang juga meraih tiga poin.

Pelatih timnas U-17 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto saat ditemui awak media di sela-sela memimpin latihan tim di Lapangan A Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Latihan ini digunakan untuk persiapan Indonesia menjelang Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi yang digelar pada 5-22 Mei. (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

Dua tim teratas dari setiap grup berhak lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 2026 sehingga kegagalan menembus dua besar membuat Indonesia dipastikan absen pada ajang tersebut.

Selain meminta maaf, Kurniawan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh staf pelatih, ofisial, dan para pemain yang telah bekerja keras selama persiapan hingga pelaksanaan turnamen.

Menurut mantan striker Timnas Indonesia itu, para pemain muda Indonesia masih memiliki masa depan panjang sehingga kegagalan di level junior tidak boleh menghentikan semangat mereka untuk berkembang.

"Saya berpesan kepada mereka bahwa ini bukan akhir dari segalanya. Karier mereka masih panjang, terus berlatih, menjadi pemain profesional sejati dan berharap bisa tampil di tim nasional level berikutnya, dan pada akhirnya bisa bermain di timnas senior," katanya.

Kegagalan Timnas Indonesia U-17 pada Piala Asia kali ini menjadi kemunduran dibanding pencapaian edisi sebelumnya. Pada Piala Asia U-17 2025, Garuda Muda mampu menembus babak perempat final sekaligus memastikan tiket tampil di Piala Dunia U-17 2025.

Baca Juga: Buntut Pukul Pemain Timnas Indonesia U-17, Pilar Qatar Dijatuhi Sanksi Berat oleh AFC

(Antara)

Load More