- Manchester City mengalahkan Crystal Palace 3-0 pada Rabu (13/5/2026) untuk memperkecil selisih poin dari pemimpin klasemen Arsenal.
- Pep Guardiola melakukan rotasi pemain besar-besaran untuk mengatasi kelelahan fisik skuadnya di tengah jadwal pertandingan yang padat.
- Manchester City akan fokus menghadapi laga final FA Cup melawan Chelsea di Wembley sebelum menyelesaikan dua sisa laga liga.
Suara.com - Manchester City kembali memberikan tekanan psikologis kepada Arsenal dalam persaingan sengit perebutan gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026.
Kemenangan telak 3-0 atas Crystal Palace pada pertandingan hari Rabu (13/5/2026) membawa skuad asuhan Pep Guardiola kini hanya terpaut dua poin dari sang pemimpin klasemen.
Pep Guardiola dengan tegas menyatakan bahwa timnya akan terus berada di posisi siap siaga untuk mengambil alih posisi puncak jika rival utama mereka melakukan kesalahan fatal.
Strategi Rotasi di Tengah Badai Kelelahan
Pelatih asal Spanyol tersebut mengakui bahwa stamina para pemainnya sudah mencapai batas maksimal akibat jadwal pertandingan yang sangat padat dan menuntut fisik.
Kondisi kelelahan ekstrem ini bahkan memaksa Guardiola untuk mengambil keputusan berani dengan membangkucadangkan pemain bintang seperti Erling Haaland, Jérémy Doku, hingga Rayan Cherki.
Meskipun harus melakukan enam perubahan dalam starting eleven untuk menghadapi Crystal Palace, ia menegaskan memiliki kepercayaan penuh kepada seluruh anggota skuadnya.
"Saya memiliki kepercayaan penuh pada semua anggota skuad," ujar Guardiola usai pertandingan memastikan kemenangan timnya.
Ia menjelaskan bahwa rotasi pemain menjadi instrumen wajib yang harus diterapkan demi menjaga keseimbangan kondisi fisik pemain di akhir musim.
Baca Juga: Mikel Arteta Ketar-ketir, Arsenal Dihantam Kabar Buruk Jelang Final Liga Champions
Nasib Juara Kini Bergantung pada Arsenal
Guardiola menyadari sepenuhnya bahwa takdir juara musim ini tidak lagi berada dalam kendali mutlak tangan mereka sendiri di papan klasemen.
Kegagalan meraih poin maksimal di pertandingan tersisa dari pihak Arsenal akan menjadi pintu masuk bagi The Citizens untuk melakukan kudeta.
"Itu tergantung pada mereka [Arsenal]," ungkap sang manajer dengan nada yang sangat realistis terkait situasi klasemen.
"Jika mereka memenangkan dua pertandingan—tidak ada yang bisa dilakukan, tidak ada yang bisa dibicarakan," tambahnya.
Namun, ia menegaskan bahwa Manchester City tidak akan membiarkan harapan tersebut sirna begitu saja sampai peluit panjang di pekan terakhir dibunyikan.
Berita Terkait
-
Kata-kata Phil Foden, Assist Ajaib Menyelamatkan Wajah Pep Guardiola
-
Rotasi Ekstrem Pep Guardiola, Pasrah Kejar Arsenal saat Manchester City Alami Kelelahan Hebat
-
Jackpot! Perjudian Pep Guardiola Berbuah Manis, Phil Foden Jadi Kunci
-
Phil Foden Menggila Saat Manchester City Menghajar Crystal Palace 3-0 Demi Tempel Ketat Arsenal
-
Eks Bintang Real Madrid Ramal Arsenal Juara Liga Inggris dan Liga Champions
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Carlo Ancelotti Ogah Ladeni Psywar Jepang, Fokus Bawa Brasil ke 16 Besar Piala Dunia 2026
-
4 Fakta Menarik Jelang Bentrok Brasil vs Jepang, Rasanya Seperti Final Piala Dunia 2026
-
Jacksen F Tiago Pilih 34 Talenta Terbaik MLSC 2026, Siap Wakili Indonesia di SingaCup 2026
-
Prediksi Superkomputer Berubah! Prancis Geser Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!
-
Hugo Broos: Afrika Selatan Kalah Tenaga dan Kecepatan dari Kanada
-
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Brasil vs Jepang hingga Portugal vs Kroasia
-
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Gagal di Piala Dunia 2026
-
3 Fakta Menarik Hasil Kanada vs Afrika Selatan, Sejarah The Reds Berkat Gol Voli Eustaquio
-
Kata-kata Eustaquio, Kanada Tembus 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Afrika Selatan