Bola / Liga Inggris
Kamis, 14 Mei 2026 | 11:01 WIB
Manchester City (IG Manchester City)
Baca 10 detik
  • Manchester City menang 3-0 atas Crystal Palace untuk terus menempel ketat posisi Arsenal.

  • Phil Foden tampil brilian dengan mencetak dua assist penting dalam kemenangan di Etihad.

  • Strategi rotasi Pep Guardiola sukses menjaga kebugaran pemain menjelang final Piala FA mendatang.

Suara.com - Manchester City berhasil memangkas selisih poin menjadi dua angka dari Arsenal setelah melibas Crystal Palace. Kemenangan telak tiga gol tanpa balas di Etihad Stadium ini menjaga peluang juara pasukan Pep Guardiola.

Kreativitas Phil Foden menjadi pembeda utama dalam membongkar pertahanan rapat tim tamu lewat umpan-umpan visioner. Penampilan gemilang sang gelandang sekaligus menjadi pesan kuat bagi Thomas Tuchel menjelang gelaran Piala Dunia 2026.

Kedalaman skuad City teruji dengan rotasi besar-besaran meski beberapa pilar utama tidak tampil sejak menit awal. Absennya Erling Haaland di garda depan tidak mengurangi agresivitas serangan klub berjuluk The Citizens tersebut.

Pemain Manchester City, Omar Marmoush merayakan golnya ke gawang Brentford. [Dok. IG Manchester City]

Kebuntuan laga akhirnya pecah pada menit ke-32 melalui skema serangan balik yang sangat rapi. Antoine Semenyo berhasil mengonversi umpan tumit jenius dari Phil Foden menjadi gol pembuka yang emosional.

Keunggulan tuan rumah bertambah sesaat sebelum jeda melalui aksi klinis penyerang mereka, Omar Marmoush. Gol kedua ini kembali berawal dari kontrol bola sempurna Foden yang membuka celah di lini belakang.

Dominasi City berlanjut hingga babak kedua dengan penguasaan bola yang sangat dominan di lini tengah. Crystal Palace tampak kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan tinggi yang diterapkan oleh Bernardo Silva dan kolega.

Gelandang Liverpool asal Hungaria, Dominik Szoboszlai (kanan) berebut bola dengan gelandang Crystal Palace asal Kolombia, Jefferson Lerma (kiri) selama pertandingan Liga Inggris antara Crystal Palace vs Liverpool di Selhurst Park di London selatan pada tanggal 5 Oktober 2024.Glyn KIRK / AFP.

Pep Guardiola melakukan enam perubahan formasi demi menjaga kondisi fisik pemain untuk laga final mendatang. Strategi ini terbukti efektif dengan performa impresif para pemain pengganti yang tetap menjaga ritme permainan.

Savinho menutup pesta gol tuan rumah di pengujung laga lewat penyelesaian akhir yang sangat memukau. Gol penutup tersebut lahir berkat assist akurat Rayan Cherki yang baru masuk di babak kedua.

Publik Etihad memberikan penghormatan luar biasa saat Phil Foden ditarik keluar lapangan oleh sang manajer. Kemenangan ini memberikan suntikan moral besar sebelum mereka berhadapan dengan Chelsea di partai puncak domestik.

Baca Juga: Marc Guehi Tegaskan Peluang Juara Manchester City Ada di Tangan Sendiri

Gianluigi Donnarumma tampil sangat tenang di bawah mistar meski tidak banyak menerima ancaman berbahaya dari lawan. Abdukodir Khusanov juga menunjukkan kelasnya sebagai bek tangguh dengan disiplin posisi yang sangat luar biasa.

Marc Guehi dan Josko Gvardiol tampil solid dalam memutus setiap upaya serangan balik yang dibangun Palace. Solidnya lini pertahanan menjadi kunci City mampu meraih catatan tanpa kebobolan dalam pertandingan krusial ini.

Kehadiran pemain senior seperti Mateo Kovacic dan Nathan Ake memberikan stabilitas saat laga memasuki menit-menit akhir. Secara keseluruhan, City menunjukkan mentalitas juara yang sangat kuat dalam menghadapi tekanan perburuan gelar liga.

Manchester City saat ini tengah terlibat persaingan sengit dengan Arsenal dalam perebutan mahkota Liga Inggris 2026. Setiap poin menjadi sangat krusial mengingat kompetisi hanya menyisakan sedikit pertandingan sebelum musim berakhir sepenuhnya.

Kemenangan atas Crystal Palace ini sangat penting untuk menjaga momentum positif sebelum menghadapi jadwal padat. Fokus Guardiola kini terbagi antara mengejar posisi puncak klasemen dan ambisi meraih trofi di Piala FA.

Load More