Bola / Bola Indonesia
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:58 WIB
Super League 2025-2026 terapkan sistem pembagian pendapatan ala Liga Inggris. Klub mendapat kontribusi tetap dan variabel berdasarkan prestasi serta rating TV. [Dok. IG Liga1Match]
Baca 10 detik
  • Operator I.League menerapkan sistem pembagian pendapatan baru bagi klub peserta kompetisi Super League musim 2025-2026.
  • Pendapatan klub dihitung berdasarkan kontribusi tetap bulanan serta variabel performa klasemen dan rating siaran televisi.
  • Persib Bandung dan Borneo FC bersaing ketat memperebutkan gelar juara hingga pekan terakhir musim 2025-2026.

Suara.com - Kompetisi Super League musim 2025-2026 menghadirkan perubahan besar dalam sistem pembagian pendapatan klub.

Tidak lagi hanya mengandalkan hadiah untuk juara, operator liga kini menerapkan skema modern yang disebut mirip dengan sistem di Premier League.

Dalam format baru ini, pemasukan klub tidak semata ditentukan oleh posisi akhir klasemen, tetapi juga dipengaruhi kontribusi tetap dan faktor komersial seperti rating serta share siaran televisi.

Sistem tersebut membedakan Super League dari kompetisi kasta di bawahnya yang masih menggunakan hadiah uang tunai konvensional bagi juara.

Skema Kontribusi Tetap dan Variabel

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa klub menerima dua komponen pendapatan, yakni kontribusi tetap bulanan dan kontribusi variabel di akhir musim.

Kontribusi variabel dihitung berdasarkan tiga aspek: posisi klasemen akhir serta performa rating dan share siaran televisi.

Nilai yang diterima tiap klub berbeda sesuai peringkat, dan tiga tim terbawah tidak memperoleh kontribusi variabel.

“Model ini bukan prize money seperti di Championship. Sistemnya serupa dengan liga-liga top dunia,” ujar Asep.

Baca Juga: Marc Guehi Tegaskan Peluang Juara Manchester City Ada di Tangan Sendiri

Menurutnya, mekanisme ini dirancang untuk mendorong profesionalisme dan meningkatkan daya saing klub.

Persaingan Gelar Makin Ketat

Memasuki pekan ke-33 musim 2025-2026, persaingan gelar juara kian panas. Dua tim yang masih berpeluang besar finis di posisi teratas adalah Persib Bandung dan Borneo FC.

Persib sementara memimpin klasemen dengan 75 poin dari 32 laga, namun poin tersebut telah disamai Borneo FC.

Situasi ini membuat perebutan trofi diprediksi berlangsung hingga pekan terakhir.

Dengan sistem baru ini, klub yang berprestasi tidak hanya mendapat penghargaan secara simbolis, tetapi juga peningkatan pendapatan yang dihitung berdasarkan kinerja sepanjang musim.

Load More