- Manajemen Manchester United berencana menetapkan pelatih permanen sebelum Piala Dunia 2026 demi stabilitas persiapan musim mendatang.
- Michael Carrick menjadi kandidat utama setelah sukses menstabilkan performa tim dan mengamankan posisi tiket Liga Champions.
- Sir Jim Ratcliffe segera memutuskan penunjukan Carrick untuk mengakhiri siklus pergantian pelatih dan membangun kejayaan klub.
Suara.com - Manajemen Manchester United dikabarkan segera mengambil keputusan krusial terkait masa depan kursi kepelatihan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.
Legenda klub, Michael Carrick, menjadi kandidat terkuat setelah menunjukkan performa impresif selama bertugas sebagai pelatih sementara di Old Trafford.
Kepastian status permanen ini diharapkan segera dituntaskan agar klub terhindar dari spekulasi yang dapat mengganggu persiapan tim menyambut musim depan.
Sinyal Kuat dari Petinggi Klub
Keputusan final kini berada di tangan pemilik klub, Sir Jim Ratcliffe, setelah menerima rekomendasi dari jajaran manajemen.
Chief Executive Manchester United, Omar Berrada, bersama Direktur Sepak Bola Jason Wilcox, dilaporkan The Athletic, sepakat memberikan kepercayaan penuh kepada Carrick.
Keduanya menilai mantan gelandang timnas Inggris itu mampu menjawab tantangan selama masa tugas interim.
Keberhasilannya menstabilkan tim dan mengamankan tiket Liga Champions menjadi salah satu indikator utama.
Rekor Impresif di Liga Inggris
Baca Juga: AS Bebaskan Suporter Piala Dunia 2026 dari Sejumlah Negara dari Kewajiban Deposit Visa
Sejak dipercaya menangani tim, Carrick memberikan dampak signifikan terhadap performa Manchester United.
Ia mencatatkan 10 kemenangan, tiga imbang, dan dua kekalahan dari 15 pertandingan Liga Inggris yang dipimpinnya.
Catatan tersebut membantu menyelamatkan musim MU yang sempat terpuruk di papan bawah klasemen sebelum ia mengambil alih.
Kepercayaan diri pemain juga meningkat karena Carrick dinilai memahami filosofi klub dengan baik.
Meski belum teruji di kompetisi Eropa, manajemen menilai Carrick sebagai figur yang tepat untuk mengembalikan kejayaan klub.
Mengakhiri Ketidakpastian Manajerial
Berita Terkait
-
5 Timnas Terkuat di Piala Dunia 2026: Ada Pemain Besar Hingga Statistik Mengerikan
-
Carlo Ancelotti Sebut Neymar Terus Membaik Jelang Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
-
Warga AS Sambut Kedatangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 dengan Tangan Terbuka
-
Suporter Bebas Uang Jaminan Visa AS Saat Piala Dunia 2026, Standar Ganda Imigrasi Trump Disorot
-
Mengenal Agustn Delgado, Pelopor Kebangkitan Ekuador di Piala Dunia
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil