- Timnas Belgia menyiapkan kombinasi pemain senior dan muda di bawah asuhan pelatih Rudi Garcia untuk Piala Dunia 2026.
- Kondisi kebugaran Romelu Lukaku menjadi sorotan utama, namun tim tetap kompetitif melalui opsi strategi alternatif yang disiapkan.
- Belgia tergabung dalam Grup G bersama Mesir, Iran, dan Selandia Baru dengan tantangan memperkuat koordinasi di lini pertahanan.
Suara.com - Timnas Belgia kembali tampil di Piala Dunia 2026 dengan perpaduan pemain senior berpengalaman dan talenta muda yang sedang berkembang.
Kurang dari 30 hari jelang kick-off turnamen, perhatian tertuju pada racikan taktik pelatih Rudi Garcia di tengah masalah kebugaran sejumlah pemain kunci.
Meski dibayangi cedera, The Red Devils tetap menjadi salah satu tim yang patut diwaspadai berkat kekuatan lini serang mereka.
Krisis Kebugaran Jadi Sorotan
Masalah kebugaran menjadi perhatian utama Belgia menjelang fase grup.
Romelu Lukaku mendapat perhatian khusus dari tim medis setelah mengalami gangguan hamstring dan otot yang membatasi penampilannya sepanjang musim di Serie A.
Hingga pertengahan Mei 2026, penyerang andalan Belgia itu baru tampil dalam lima pertandingan kompetitif.
Waktu Lukaku untuk mencapai kondisi terbaik pun semakin terbatas sebelum Piala Dunia dimulai pada 11 Juni mendatang.
Meski demikian, Rudi Garcia dinilai sudah menyiapkan sejumlah opsi alternatif.
Baca Juga: Klarifikasi Resmi Timnas Irak Terkait Isu Visa Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026
Hal itu terlihat saat Belgia menang 5-2 atas Amerika Serikat dan bermain imbang 1-1 melawan Meksiko pada jeda internasional Maret lalu.
Hasil tersebut menunjukkan Belgia tetap mampu tampil kompetitif meski tanpa kondisi terbaik Lukaku.
Lini Belakang Masih Jadi Titik Lemah
Jika lini depan Belgia dipenuhi pemain berkualitas, sektor pertahanan justru masih menyisakan tanda tanya.
Thibaut Courtois tetap menjadi andalan utama di bawah mistar berkat pengalaman dan refleks impresifnya.
Namun, duet bek tengah Debast dan Theate diperkirakan akan menghadapi tantangan berat di fase grup.
Berita Terkait
-
Terpuruk Hingga Bangkit, Cerita Timnas Bosnia dan Herzegovina Comeback ke Piala Dunia 2026
-
Prediksi Starting XI Argentina di Piala Dunia 2026: Garang di Depan, Rapuh di Lini Belakang
-
Piala Dunia 2026 Belum Kick-off, Timnas Brasil Perpanjang Kontrak Carlo Ancelotti hingga 2030!
-
Timnas Prancis Umumkan Skuad Piala Dunia 2026: Bawa Trio Maut Mbappe, Olise, Dembele!
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil