-
Bosnia dan Herzegovina kembali ke Piala Dunia setelah menyingkirkan Italia lewat adu penalti.
-
Karakter kuat dan kepemimpinan Edin Dzeko menjadi kunci utama kesuksesan tim nasional Bosnia.
-
Pelatih Sergej Barbarez optimis timnya mampu menyulitkan lawan-lawan besar di Grup B nanti.
Suara.com - Timnas Bosnia dan Herzegovina berhasil mengakhiri penantian panjang selama dua belas tahun untuk kembali bersaing di pentas Piala Dunia 2026. Keberhasilan ini diraih setelah mereka menumbangkan raksasa sepak bola Italia dalam pertandingan krusial yang penuh ketegangan.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya sekadar hasil pertandingan, melainkan bukti nyata ketangguhan mental para pemain di lapangan. Seluruh elemen tim menunjukkan dedikasi luar biasa demi mewujudkan impian jutaan rakyat di semenanjung Balkan.
Stadion di Zenica menjadi saksi bisu saat Haris Tabakovic mencetak gol penyeimbang pada menit ke-79 yang memaksa laga berlanjut. Ketajaman strategi dan ketenangan saat adu penalti akhirnya memastikan langkah mereka menuju turnamen sepak bola paling bergengsi.
"Mustahil untuk merangkai kata-kata atas apa yang kami alami," ujar bintang Stuttgart, Ermedin Demirovic kepada FIFA.
"Kami telah menanti momen ini sejak kami masih anak-anak. Impian terbesar kami akhirnya menjadi kenyataan," tambahnya.
Keberhasilan generasi saat ini tidak lepas dari pengaruh besar sosok penyerang legendaris sekaligus pemimpin tim, Edin Dzeko. Bagi para pemain muda, sosok Dzeko adalah kompas yang memberikan arah serta motivasi untuk terus berjuang tanpa mengenal lelah.
Demirovic mengakui bahwa keberhasilan mengamankan tiket ke putaran final ini juga dipersembahkan khusus untuk sang idola veteran tersebut. Pengalaman Dzeko di klub-klub besar Eropa memberikan fondasi mental yang sangat kuat bagi rekan-rekan setimnya yang lebih muda.
“Kualifikasi ini untuknya juga. Dia selalu menjadi idola saya – saya selalu bermimpi bermain bersamanya, belajar darinya, dan mencoba mengikuti jejaknya,” kata Demirovic dengan penuh rasa hormat.
Dzeko memberikan pengaruh signifikan melalui etos kerjanya yang luar biasa serta mentalitas pantang menyerah yang kini menular ke seluruh skuad. Keberadaan sosok senior di dalam tim menjadi kunci keseimbangan antara semangat pemain muda dan ketenangan pemain berpengalaman.
Baca Juga: Nyali Besar Timnas Yordania Tantang Argentina: Lionel Messi Bukanlah Sosok Menakutkan
“Dia mengajari saya untuk tidak pernah menyerah; tidak peduli apakah saya melakukan kesalahan atau mencetak gol, dia selalu menyuruh saya untuk terus maju. Itu hal yang paling penting,” tegas penyerang Stuttgart tersebut.
Pelatih kepala Sergej Barbarez kini mulai mengalihkan fokus untuk mempersiapkan tim menghadapi persaingan ketat di babak penyisihan grup. Bosnia dan Herzegovina dijadwalkan akan memulai perjalanan mereka dengan menghadapi tuan rumah Kanada, disusul Swiss serta Qatar.
Barbarez sangat percaya diri bahwa komposisi skuadnya saat ini mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim mana pun di dunia. Hasil impresif di babak kualifikasi menjadi modal berharga bagi tim berjuluk The Dragons untuk melangkah lebih jauh.
“Pertama-tama, kami akan menunjukkan siapa kami,” tegas Barbarez menanggapi tantangan di Grup B mendatang.
“Hasilnya berbicara sendiri – kami akan menyulitkan setiap lawan. Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa bersaing dengan yang terbaik,” lanjut sang juru taktik.
Ketenangan Barbarez dalam memimpin tim dari pinggir lapangan terbukti menjadi pembeda, terutama saat menghadapi situasi adu penalti yang menegangkan. Ia memiliki kepercayaan penuh bahwa karakter anak asuhnya telah terbentuk melalui ujian-ujian berat selama babak penyisihan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Juara Barcelona, Israel Murka
-
Prediksi Starting XI Argentina di Piala Dunia 2026: Garang di Depan, Rapuh di Lini Belakang
-
Kylian Mbappe Sebut Dirinya Kini Striker Keempat Real Madrid, Alvaro Arbeloa Beri Bantahan
-
Konflik Real Madrid: Kylian Mbappe Tuduh Arbeloa Anggap Dirinya Penyerang Pilihan Keempat
-
Carlo Ancelotti Resmi Latih Timnas Brasil Hingga 2030 Demi Target Juara Dunia
-
Ambisi Hattrick Juara Persib: Dedi Kusnandar Siap Jadi 'Tumbal' Taktik Bojan Hodak di Dua Laga Sisa!
-
Bocoran Terbaru, Ini 2 Pemain Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Era John Herdman
-
Piala Dunia 2026 Belum Kick-off, Timnas Brasil Perpanjang Kontrak Carlo Ancelotti hingga 2030!
-
Park Hang-seo Comeback! Masuk Radar Klub Thailand, Ambisi Promosi ke Kasta Tertinggi Thai League
-
Timnas Prancis Umumkan Skuad Piala Dunia 2026: Bawa Trio Maut Mbappe, Olise, Dembele!