-
Persebaya mengincar kemenangan perdana di kandang Semen Padang setelah bertahun-tahun selalu gagal.
-
Bernardo Tavares mewaspadai motivasi pemain Semen Padang yang bermain lepas tanpa beban degradasi.
-
Kelelahan fisik akibat perjalanan jauh menjadi kendala utama persiapan teknis skuad Persebaya Surabaya.
Suara.com - Persebaya Surabaya membawa misi besar untuk memutus tren negatif saat bertandang ke markas Semen Padang pada pekan ke-33 Super League. Kemenangan menjadi harga mati bagi Bajul Ijo demi menjaga persaingan di papan atas klasemen Super League.
Bernardo Tavares harus memutar otak guna menjaga kebugaran pemain di tengah jadwal padat dan perjalanan jauh.
Skuad kebanggaan Bonek ini tercatat hanya memiliki waktu singkat untuk melakukan persiapan taktis sebelum laga dimulai.
Meski datang dengan modal empat laga tanpa kebobolan, Persebaya dihantui catatan sejarah yang tidak berpihak pada mereka. Sejarah mencatat bahwa Stadion H. Agus Salim selalu menjadi tempat yang sulit ditaklukkan oleh armada Green Force.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (15/5/2026) sore ini menjadi ujian mental bagi para pemain. Tavares berharap anak asuhnya mampu tampil lepas untuk menciptakan sejarah baru di tanah Minang.
“Kami hanya melakukan satu kali latihan di Surabaya sebelum datang ke sini. Kemarin kami melakukan perjalanan dan hanya menjalani latihan pemulihan di hotel karena para pemain seharian berada di perjalanan,” ujar dia.
Bernardo Tavares menegaskan bahwa status Semen Padang yang sudah terdegradasi justru bisa menjadi ancaman yang nyata. Tim yang bermain tanpa tekanan sering kali tampil lebih eksplosif dan sulit diprediksi secara taktikal di lapangan.
Pelatih asal Portugal tersebut mewaspadai potensi rotasi pemain yang dilakukan oleh tim tuan rumah pada laga ini.
Pemain pelapis Semen Padang diprediksi akan tampil habis-habisan guna membuktikan kualitas mereka kepada tim pelatih.
Baca Juga: Sonny Stevens Beri Sinyal Ingin Pensiun Bersama Dewa United
“Jadi saya memperkirakan pertandingan tidak akan mudah, karena bermain di Padang selalu sulit. Hasilnya selalu imbang atau kalah, seperti beberapa tahun lalu saat kalah dari Semen Padang di Piala Indonesia. Jadi kami berharap bisa mengubah sejarah itu,” imbuhnya.
Motivasi tinggi untuk menjaga kehormatan di laga kandang terakhir menjadi faktor krusial bagi kebangkitan Semen Padang.
Persebaya diinstruksikan untuk tidak meremehkan lawan meski tim tuan rumah sedang mengalami tren kekalahan beruntun.
Fokus penuh selama 90 menit menjadi kunci utama bagi Persebaya agar tidak tergelincir di penghujung musim.
Kedisiplinan lini pertahanan yang dipimpin oleh kiper tangguh akan kembali diuji oleh agresivitas lini depan lawan.
“Pertandingan yang paling sulit justru seperti ini, ketika satu tim merasa tidak punya beban. Mungkin pelatih mereka akan memainkan pemain-pemain yang jarang tampil, dan para pemain itu pasti ingin memanfaatkan kesempatan dengan motivasi tinggi di setiap duel,” tutur pelatih asal Portugal itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil