Bola / Bola Dunia
Senin, 18 Mei 2026 | 11:47 WIB
Penyerang Kanada, Cyle Larin (FIFA)
Baca 10 detik
  • Timnas Kanada mengandalkan taktik agresif dan transisi cepat untuk memburu gelar Piala Dunia 2026.

  • Kehadiran pelatih Jesse Marsch mendongkrak rasa percaya diri dan mentalitas juara skuad Kanada.

  • Striker Cyle Larin optimis memanfaatkan status tuan rumah demi mengukir prestasi bersejarah.

Suara.com - Timnas Kanada menolak sekadar menjadi pelengkap turnamen dan kini membidik target tinggi pada gelaran Piala Dunia 2026 mendatang. Rasa percaya diri ini muncul setelah evaluasi mendalam terhadap perkembangan performa tim yang meningkat drastis di panggung internasional.

Kanada kini mengandalkan kombinasi kecepatan fisik pemain dan skema transisi bermain yang jauh lebih agresif dari sebelumnya. Perubahan gaya main ini terbukti sukses meredam dominasi tim-tim besar yang secara peringkat FIFA berada di atas mereka.

Modifikasi taktik tersebut menjadi pembeda utama yang membuat kesiapan Kanada kali ini terasa jauh lebih matang. Pengalaman bertanding di kompetisi top kini menjadi modal berharga bagi skuad berjuluk Les Rouges tersebut.

Timnas Kanada U-17 berlatih di Bali United Training Center, Bali jelang tampil di Piala Dunia U-17 2023 Indonesia. [Dok. Istimewa]

Kehadiran pelatih Jesse Marsch memberikan dampak besar dalam mendongkrak mentalitas bertanding seluruh penggawa tim nasional. Marsch berhasil memetakan potensi fisik para pemain sayap untuk dijadikan senjata utama dalam melancarkan serangan balik kilat.

Menjelang Piala Dunia 2026, Penyerang Kanada, Cyle Larin duduk bersama FIFA untuk membahas pengelolaan ekspektasi dan ambisi Kanada di Piala Dunia.

"Para pemain di tim... kami sudah bersama untuk waktu yang lama. Kami sudah percaya pada diri kami sendiri dan Jesse telah membawa banyak kepercayaan diri kepada para pemain dan [membantu] mengeluarkan kekuatan kami. Anda melihat dalam pertandingan yang kami mainkan sekarang, kami benar-benar mengejar permainan, dan kami tidak takut untuk melakukannya," kata dia diwawancara FIFA, Senin (18/5/2026).

Akselerasi pemain seperti Alphonso Davies dan Tajon Buchanan menjadi motor utama dalam strategi transisi cepat yang diterapkan Marsch. Pola ini membuat lawan kerap ketakutan karena lini pertahanan mereka langsung dieksploitasi tanpa ampun.

Penyerang Kanada, Cyle Larin (FIFA)

"Di dalam tim, kami memiliki beberapa pemain tercepat di sepak bola... Alphonso Davies, Moise Bombito, Tajon Buchanan... dan cara kami bermain dalam transisi, para pemain ini terhubung dengan kemampuan fisik yang tidak dimiliki oleh banyak tim di dunia sepak bola. Kami benar-benar memanfaatkan hal itu sebagai keuntungan kami untuk menyerang tim lawan. [Jesse] telah mengeluarkan kekuatan dari kemampuan fisik kami untuk diterapkan ke dalam permainan. Sebelumnya kami tidak menggunakannya, saya rasa, dan sekarang kami menjadi agresor di banyak pertandingan."

Bermain di hadapan pendukung sendiri di Toronto memberikan tekanan sekaligus motivasi ganda bagi seluruh elemen tim. Penyerang Cyle Larin mengakui ada tanggung jawab besar yang harus dipikul demi memenuhi ekspektasi tinggi publik sepak bola Kanada.

Baca Juga: FIFA Gelar Pertemuan Mendadak dengan Federasi Iran di Turki, Ada Masalah Apa?

"Sangat menyenangkan bermain di Piala Dunia kandang untuk para penggemar dan para pemain. Kami tidak sabar menunggu waktunya tiba. Saya pikir membawa pertandingan ini ke Kanada dan bermain di rumah sendiri adalah hal yang istimewa bagi para penggemar dan bagi kami karena Anda tidak sering mendapatkan hal itu sebagai seorang pemain."

Antusiasme masyarakat yang luar biasa diprediksi akan membuat atmosfer stadion bergemuruh sejak peluit pertama dibunyikan. Fokus penuh pada program latihan menjadi kunci utama para pemain agar tidak terbebani oleh sorotan media yang masif.

"Saya pikir ini akan menarik hanya untuk membangun semuanya. Kota ini sudah sibuk... Saya pikir ini akan berlipat sepuluh kali. Tapi saya pikir hari pertandingan, dan hanya persiapan menuju peluit pertama Piala Dunia, berada di rumah sendiri, akan sangat luar biasa dan sesuatu yang Anda impikan sebagai seorang pemain."

Kanada kini merasa sudah sejajar dengan negara-negara kuat sepak bola setelah konsisten tampil di putaran final dunia. Peningkatan level lawan yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir secara otomatis mendongkrak kualitas permainan tim.

"Memasuki setiap pertandingan dan jenis lawan yang kami hadapi sekarang serta mendapatkan hasil melawan tim-tim 20 besar dan 30 besar... dulu ketika banyak pemain tidak ada di sini, kami tidak bermain melawan lawan selevel itu... ini adalah waktu yang menyenangkan."

Prestasi menembus babak semifinal Copa America 2024 menjadi bukti sahih bahwa kekuatan Kanada tidak boleh dipandang sebelah mata. Mentalitas skuad kini telah sepenuhnya berubah dari yang awalnya hanya mencari pengalaman menjadi pemburu trofi.

Load More