- Emil Audero tampil gemilang dengan mencatatkan clean sheet saat membawa Cremonese mengalahkan Udinese 1-0 di Stadion Friuli.
- Kemenangan tersebut belum mampu mengeluarkan Cremonese dari zona degradasi karena pesaing mereka, Lecce, juga meraih kemenangan.
- Cremonese wajib memenangkan laga terakhir melawan Como dan berharap Lecce kalah agar bisa bertahan di Serie A.
Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero kembali menunjukkan kelasnya dengan tampil gemilang dan mencatatkan clean sheet ke-11 musim ini.
Ia menjadi pahlawan saat membantu Cremonese meraih kemenangan vital 1-0 di markas Udinese.
Namun di balik kemenangan tersebut, Audero justru merasakan perasaan yang campur aduk.
Dalam laga di Stadion Friuli, gol tunggal dari Jamie Vardy sudah cukup untuk memberikan tiga poin berharga bagi Cremonese.
Audero sendiri tampil luar biasa dengan melakukan dua penyelamatan krusial dan diganjar rating tertinggi dalam pertandingan, yaitu 8,1.
Meskipun meraih kemenangan dan clean sheet, kebahagiaan Audero tidaklah penuh.
Pasalnya di saat yang bersamaan, pesaing mereka di zona degradasi, Lecce juga berhasil meraih kemenangan.
Hasil ini membuat Cremonese tetap tertahan di peringkat ke-18 dan nasib mereka untuk bertahan di Serie A akan ditentukan di pekan terakhir.
Seusai laga, penjaga gawang berusia 28 tahun itu mengungkapkan perasaannya yang bercampur antara gembira dan sedih.
Baca Juga: Luar Biasa! Emil Audero Masuk Tim Terbaik Serie A Italia Pekan Ke-34
"Kegembiraan hari ini adalah kegembiraan yang campur aduk. Kita harus melihat sisi positifnya karena kita memainkan pertandingan yang hebat dan berat," tutur Emil Audero di laman resmi Cremonese.
"Segala sesuatunya berjalan buruk bagi kita, tetapi kita tidak bisa mengendalikannya. Apa yang bisa kita kendalikan, kita kendalikan. Kita menang dengan bermain sebaik mungkin," imbuhnya.
Kini, tidak ada pilihan lain bagi Cremonese selain meraih kemenangan di laga pamungkas melawan Como, sambil berharap Lecce terpeleset saat menjamu Genoa.
Emil Audero pun menyerukan agar seluruh tim mengerahkan segalanya di pertandingan hidup mati tersebut.
"Sekarang kita harus mengerahkan seluruh kemampuan kita di pertandingan terakhir, terutama fokus pada diri kita sendiri. Yang terpenting adalah memainkan pertandingan dengan keinginan dan semangat kompetitif yang tinggi. Como memiliki kualitas, tetapi kita harus melakukan bagian kita," tandas mantan kiper Juventus tersebut.
Berita Terkait
-
Penyelamatan Krusial Emil Audero Jaga Asa Cremonese Lolos Degradasi Liga Italia
-
Juventus Tundukkan Lecce 1-0 Berkat Aksi Dusan Vlahovic yang Amankan Posisi 3 Besar Liga Italia
-
Jay Idzes Cs Bungkam AC Milan, Gagalkan Ambisi Kunci Tiket Liga Champions Lebih Cepat
-
Sassuolo Bidik Eks Bintang AC Milan untuk Jadi Pelatih Baru Jay Idzes Cs
-
Nilai Emil Audero Jadi Kiper Terbaik Serie A Meski Cremonese Tumbang Telak dari Napoli
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Out of the Box! Sarina Wiegman Didorong Jadi Pelatih Belanda Gantikan Ronald Koeman
-
Kritik Pedas Toni Kroos: Skuad Jerman Kosong Kualitas, Tak Punya Pembeda di Piala Dunia
-
Siapa Danilo Santacruz Gonzalez? Eks Timnas Paraguay Rekrutan Asing Pertama Madura United
-
Gabung Persis Solo, Novan Sasongko Usung Target Tinggi untuk Laskar Sambernyawa
-
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas di Gaza, Tentara Israel Dituding Jadi Biang Kerok
-
Kalah Menyakitkan dari Belgia, Ini Ucapan Menyentuh Bek Timnas Senegal Moussa Niakhate
-
Statistik Luka Menalo Bekas Anak Didik Fabio Cannavaro yang Resmi ke Persib
-
Comeback Gila Inggris! Harry Kane Bungkam Kongo, Tuchel Bicara Mental Juara
-
Sandy Walsh Resmi ke Persib, Pangeran Biru Keluarkan Uang Rp12 Miliar?
-
Dear Lionel Messi! Viral Isi Surat Penuh Cinta Bocah 8 Tahun untuk Sang Goat