Bola / Liga Inggris
Selasa, 19 Mei 2026 | 14:21 WIB
Xabi Alonso. [Ina FASSBENDER / AFP]
Baca 10 detik
  • Xabi Alonso resmi melatih Chelsea dengan membawa empat asisten kepercayaannya dari Real Madrid.

  • Manajemen baru tetap mempertahankan tiga staf lokal demi menjaga stabilitas taktis di internal.

  • Target utama kepelatihan anyar ini adalah mengembalikan Chelsea ke kompetisi papan atas Eropa.

Suara.com - Langkah revolusioner langsung diambil oleh Xabi Alonso demi mengangkat kembali performa Chelsea yang merosot di kancah Liga Inggris. Pelatih asal Spanyol tersebut dipastikan memboyong empat staf kepercayaannya dari Real Madrid untuk menduduki posisi krusial di Stamford Bridge.

Kehadiran para asisten baru ini diharapkan mampu memutus rantai kegagalan taktis yang dialami The Blues dalam beberapa musim terakhir. Manajemen klub menaruh harapan besar pada kombinasi pengalaman internasional yang dibawa oleh barisan peracik strategi anyar ini.

Dikutip dari TalkSport, integrasi kilat antara visi modern Alonso dan kultur sepak bola Inggris menjadi fokus utama perombakan total di sektor kepelatihan. Transformasi mendasar ini menandai babak baru ambisi London Barat dalam memburu trofi bergengsi yang sudah lama absen.

5 Alasan Utama Real Madrid dan Xabi Alonso Pisah Jalan di Pertengahan Musim [Instagram]

Sebastian Parrilla yang menjadi tangan kanan setia Alonso sejak menukari tim junior kembali dipercaya mengisi pos asisten utama. Selain itu, Alberto Encinas dan Benat Labaien juga merapat untuk memperkuat analisis performa serta kedalaman variasi taktik tim.

Sektor kebugaran pemain kini diamanahkan kepada Ismael Camenforte Lopez yang memiliki rekam jejak mentereng di kompetisi Eropa. Menariknya, nahkoda baru ini tetap mempertahankan tiga pilar staf lokal termasuk pelatih sementara Calum McFarlane untuk menjaga stabilitas.

Bernardo Cueva selaku spesialis bola mati dan Ben Roberts di posisi pelatih kiper juga dipastikan tetap mengemban tugas mereka. Keputusan mempertahankan elemen lama ini diambil guna mempercepat proses adaptasi skuad utama terhadap gaya bermain yang baru.

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, menegaskan bahwa dirinya menikmati setiap momen dalam kariernya sebagai manajer Los Blancos, baik saat tim meraih kesuksesan maupun menghadapi tantangan. [Instagram]

Kombinasi asisten yang mumpuni menjadi modal penting mengingat rekam jejak kesuksesan luar biasa Alonso saat mematahkan dominasi di Jerman. Keahlian analisis video dan pendekatan fisik modern menjadi senjata utama yang kini diimpor langsung ke tanah Inggris.

Calum McFarlane mengungkapkan bahwa komunikasi intensif sudah terjalin bahkan sesaat setelah kekalahan menyakitkan Chelsea di partai puncak kompetisi domestik. Dinamika ini memperlihatkan kepedulian tinggi sang manajer terhadap kondisi psikologis dan teknis yang sedang dihadapi tim barunya.

“Dia mengirimiku pesan teks kemarin, aku akan merahasiakannya, tapi itu terutama tentang final,” ujar McFarlane membuka suara.

Baca Juga: Declan Rice Minta Arsenal Tak Terlena Meski Selangkah Lagi Juara Liga Inggris

“Semua orang bersemangat. Dia pelatih yang hebat. Dia memenangkan trofi besar dan memiliki karier bermain yang hebat,” tambahnya dengan penuh optimisme.

"Dia akan mendapat banyak rasa hormat dari semua orang. Kami sangat bersemangat," pungas pria yang bertahan di jajaran staf tersebut.

Ekspektasi tinggi kini berada di pundak manajemen baru demi menyudahi puasa gelar kasta tertinggi yang berlangsung sejak sembilan tahun lalu. Tantangan terdekat yang tidak kalah berat adalah mengamankan tiket kompetisi Eropa di sisa musim yang krusial ini.

Publik Stamford Bridge sangat merindukan konsistensi bermain yang pernah dihadirkan Alonso sewaktu membawa Bayer Leverkusen tidak terkalahkan. Pendekatan disiplin tinggi dan taktik progresif menjadi jaminan mutu yang diharapkan segera terlihat pada pertandingan-pertandingan mendatang.

Kegagalan mempertahankan posisi di Santiago Bernabeu justru menjadi motivasi tambahan bagi pria asal Basque ini untuk membuktikan kapasitasnya. London Barat kini bersiap menyaksikan apakah revolusi staf kepelatihan ini mampu mengembalikan taji singa London di papan atas.

Load More