Bola / Bola Dunia
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:50 WIB
Simak profil lengkap Timnas Iran, sang raksasa Asia yang siap mengguncang Piala Dunia dengan duet maut Mehdi Taremi dan Sardar Azmoun di lini depan. (FIFA)
Baca 10 detik
  • Timnas Iran mengalihkan pemusatan latihan ke Turkiye mulai 18 Mei 2026 akibat kendala penerbitan visa masuk Amerika Serikat.
  • Ketua Federasi Sepak Bola Iran mengonfirmasi bahwa seluruh anggota tim belum mendapatkan visa untuk mengikuti Piala Dunia 2026.
  • Masalah visa dan konflik politik mengancam partisipasi Iran serta menyebabkan pembatalan berbagai agenda uji coba pertandingan penting tim.

Suara.com - Persiapan Timnas Iran jelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026 kembali menemui sandungan besar.

Akibat belum juga mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat, skuad Team Melli terpaksa harus mengalihkan pemusatan latihan (TC) mereka ke Turkiye.

Rombongan tim telah tiba di Turkiye pada Senin (18/5/2026) dan berencana akan menetap di sana selama beberapa pekan hingga masalah visa ini menemui titik terang.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj secara terbuka mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada satu pun visa yang diterbitkan oleh pihak AS untuk para pemain maupun staf.

"Kami belum menerima informasi apa pun dari pihak lain terkait siapa yang sudah mendapat visa. Belum ada visa yang diterbitkan," ujarnya dilansir dari Euro News.

Kondisi ini bahkan memicu reaksi keras dari Kementerian Luar Negeri Iran.

Juru bicaranya, Esmail Baghaei menuduh AS sengaja mencari-cari alasan untuk menghalangi partisipasi Iran di turnamen tersebut.

Selama berada di Turkiye, Iran dijadwalkan akan melakoni setidaknya satu laga uji coba melawan Gambia.

Rencana laga uji coba lain melawan klub Türkiye dan Puerto Rico yang sedianya digelar di Arizona, kini terancam batal jika masalah visa tidak kunjung tuntas.

Baca Juga: Mantan Striker Persib dan Persis Solo Masuk Skuad Curacao untuk Piala Dunia 2026

Situasi persiapan Iran memang jauh dari kata ideal. Sejak pecahnya konflik dengan AS-Israel pada Februari lalu, sejumlah agenda uji coba mereka batal.

Masalah semakin pelik setelah salah satu asisten pelatih asal Italia memutus kontraknya secara sepihak dan striker andalan, Sardar Azmoun dicoret dari skuad karena perbedaan pandangan politik.

Masalah visa ini sendiri diyakini berkaitan erat dengan status Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio sebelumnya telah menegaskan bahwa individu yang terafiliasi dengan IRGC tidak akan diizinkan masuk.

Dengan seluruh laga fase grup mereka dijadwalkan akan berlangsung di wilayah AS, masalah visa ini menjadi rintangan paling krusial yang harus segera diatasi oleh Iran.

Load More