Bola / Bola Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 | 10:02 WIB
Dony Tri Pamungkas (Antara)
Baca 10 detik
  • John Herdman memproyeksikan Marselino Ferdinan sebagai kiblat pembinaan talenta muda sepakbola Indonesia.

  • Keberhasilan membina Alphonso Davies di Kanada menjadi acuan Herdman untuk diterapkan di tanah air.

  • Eksodus pemain lokal ke kompetisi Eropa diyakini menjadi kunci utama akselerasi prestasi nasional.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kini tengah merancang cetak biru jangka panjang untuk merevolusi ekosistem sepakbola nasional.

Langkah strategis ini dimulai dengan memproyeksikan gelandang muda berbakat, Marselino Ferdinan, sebagai ikon dan anutan baru.

Herdman berambisi menciptakan efek domino agar keberhasilan Marselino mampu memicu lahirnya gelombang pesepakbola muda berbakat lainnya.

Marselino Ferdinan kembali berlatih dengan AS Trencin usai alami cedera dan absen lima bulan. (Instagram/@astrencin)

Akselerasi prestasi internasional diyakini hanya bisa terwujud jika fondasi pembinaan usia muda digarap secara serius dan masif.

Kehadiran sosok inspiratif di level tertinggi menjadi stimulus krusial bagi anak-anak di tanah air untuk berani bermimpi.

Visi besar juru taktik asal Inggris tersebut bukan tanpa alasan yang realistis.

Dominasi Semu Timnas Indonesia, John Herdman Ungkap Faktor Kekalahan Garuda atas Bulgaria. [Dok. KitaGaruda]

Ia merefleksikan pengalaman suksesnya saat menukangi Timnas Kanada dan melahirkan talenta kelas dunia.

Kala itu, Herdman berhasil mematangkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh bek sayap Bayern Munich, Alphonso Davies.

Dampaknya terasa sangat nyata bagi perkembangan dan popularitas olahraga sepakbola di negara Amerika Utara tersebut.

Baca Juga: John Herdman Sebut Pemain Diaspora Tak Dijamin Masuk Timnas Indonesia

“Alphonso Davies pesepakbola asal Kanada di Bayern Munich. Ia memenangkan quadruple, Liga Champions pada usia 18 tahun. Sejak sejak saat itu, anak-anak Kanada ingin menjadi Alphonso Davies,” kata John Herdman di YouTube ANTARA TV, Selasa (19/5/2026).

Kini, tanggung jawab serupa diemban Herdman untuk mereformasi skuad Garuda di berbagai kelompok umur.

Ia berkomitmen memantau bakat-bakat potensial secara langsung guna memastikan proses regenerasi berjalan konstan.

Fokus utamanya tidak hanya tertuju pada satu nama, melainkan pada ekosistem pemain muda secara menyeluruh.

“Saya sadar memiliki tanggung jawab membantu hal itu terjadi dan mewujudkannya. Entah itu Dony Tri Pamungkas, Marselino Ferdinan maupun Alfharezzi Buffon. Akan lebih banyak lagi pemain yang muncul di level U-17, U-15 dan U-20,” lanjut John Herdman.

Kompetisi Eropa dinilai menjadi kawah candradimuka terbaik untuk mendongkrak mentalitas dan kualitas bertanding mereka.

Load More